Darurat Bencana di Sumatera, Pemerintah Gelar Rapat Darurat Nasional Siang Ini

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia menggelar rapat terbatas lintas kementerian untuk mempercepat penanganan darurat atas rangkaian bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, membenarkan bahwa rapat tingkat menteri akan berlangsung pada Kamis siang dan dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno.
“Benar, akan ada rapat tingkat menteri membahas bencana di beberapa wilayah, terutama di Sumatera, bersama para gubernur dan bupati yang terdampak,” ujarnya di Jakarta, Kamis (27/11/2024).
Rapat dijadwalkan digelar pukul 13.00 WIB di Ruang Pusdalops Graha BNPB, Jakarta Timur, dan akan diikuti oleh jajaran kementerian teknis, Basarnas, BNPB, BMKG, serta unsur TNI/Polri.
Para kepala daerah yang wilayahnya terdampak juga akan hadir untuk menyamakan langkah percepatan evakuasi, dukungan logistik, dan pemulihan awal.
Laporan Basarnas mencatat Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi salah satu wilayah dengan dampak paling signifikan.
Baca Juga: Pemprov Sumut Kirim Bantuan ke Sibolga–Tapteng Lewat Udara, Seluruh Akses Darat Masih Terputus
Banjir bandang dan longsor menerjang sejumlah kecamatan, seperti Badiri, Pinangsori, Lumut, Sarudik, Tukka, Pandan, Sibabangun, Tapian Nauli, hingga Kolang.
Hingga Rabu (26/11/2025) malam, lebih dari 1.902 keluarga terdampak, dengan mayoritas berada di Kecamatan Kolang sebanyak 1.261 keluarga.
Satu keluarga beranggotakan empat orang di kecamatan tersebut dilaporkan meninggal dunia akibat tertimbun longsor.
Di Kabupaten Tapanuli Selatan, bencana serupa melanda Aek Ngadol, Hutagodang, Garoga, Batuhoring, dan Hapesong Baru di Kecamatan Batang Toru.
Basarnas mencatat enam warga meninggal akibat banjir bandang serta tujuh warga terdampak longsor di Parsariran, Hapesong Baru.
Sementara itu, di Kota Sibolga, Kecamatan Sibolga Selatan menjadi wilayah dengan dampak paling parah. Delapan warga dilaporkan meninggal dan 21 orang masih hilang berdasarkan laporan posko SAR hingga Rabu malam.
Untuk menampung para pengungsi, Kantor SAR Nias telah membuka sejumlah lokasi darurat, antara lain GOR Pandan di Tapanuli Tengah, SMPN 5 Parombunan di Kota Sibolga, RS Bhayangkara Batang Toru, serta sejumlah titik pengungsian di desa-desa Tapanuli Selatan.
Basarnas menegaskan seluruh unsur SAR gabungan telah diterjunkan, melibatkan TNI/Polri, BPBD, Polairud, serta relawan lokal untuk mempercepat operasi pencarian dan penyelamatan di daerah-daerah terdampak.
Baca Juga: Banjir Bandang dan Longsor Terjang Sumut: 25 Tewas, Akses Utama Lumpuh Total
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








