100 Ton Logistik Dikirim ke Sumatera Tiap Hari, Pastikan Kebutuhan Pengungsi Korban Bencana Terpenuhi

AKURAT.CO Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan pemerintah terus menjamin pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan, hingga saat ini distribusi logistik dari Posko Halim di Jakarta dilakukan secara intensif kepada korban bencana. Dengan rata-rata pengiriman 100 ton per hari.
Dia mengungkapkan, total logistik yang telah masuk ke Posko Banjir Sumatera di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma mencapai 1.326 ton.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.266 ton telah tersalurkan kepada masyarakat terdampak. Sementara sekitar 100 ton disiapkan sebagai buffer stock untuk menjamin keberlanjutan pasokan.
"Antusiasme dan partisipasi masyarakat juga sangat tinggi dan kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat atas dukungan donasi yang diberikan," ujar Abdul, dalam keterangannya, Rabu (24/12/2025).
Baca Juga: Semua Rumah Sakit Pemerintah di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera Sudah Beroperasi Kembali
Untuk menopang kebutuhan pemulihan di wilayah Aceh, distribusi logistik dilakukan melalui 22 sorti penerbangan udara, serta jalur darat.
Sementara itu, penyaluran 1,8 ton logistik ke Sumatera Utara dan 1,3 ton logistik ke Sumatera Barat sebagian besarnya telah dilakukan melalui jalur darat, seiring dengan pulihnya ruas-ruas jalan nasional.
Tiga pekan setelah bencana, data BNPB mencatat sebanyak 498.447 jiwa masih mengungsi. Karena itu, penyaluran bantuan kemanusiaan terus dilakukan secara masif oleh pemerintah dengan dukungan berbagai elemen masyarakat.
"Kebutuhan makanan dan non pangan terus kami dukung, sehingga saudara-saudara kita yang masih berada di titik-titik pengungsian, maupun yang telah kembali ke rumah atau sementara tinggal di rumah kerabat, tetap mendapatkan dukungan kebutuhan pangan dan sandang," jelas Abdul.
Dia mengatakan masih terdapat dua kabupaten di wilayah tengah Aceh, yakni Bener Meriah dan Aceh Tengah, yang akses jalur daratnya belum sepenuhnya pulih untuk kendaraan roda empat.
Meski demikian, BNPB memastikan ketersediaan bahan pokok di wilayah dengan akses terbatas. Bantuan sebesar 10 ton beras kini telah disimpan di wilayah Rembele sebagai langkah antisipatif untuk menjamin pasokan pangan masyarakat Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Pemerintah juga terus mempercepat perbaikan sejumlah ruas jalan yang rusak akibat banjir. Sebagian besar ruas jalan krusial ditargetkan rampung dan aman dilalui kendaraan roda dua dan roda empat pada akhir Desember ini.
Baca Juga: PAM Jaya Gelar Townhall dan Salurkan Bantuan Bencana Sumatera di HUT ke-103
Dengan terbukanya akses jalan secara bertahap, BNPB berharap arus orang, barang, alat berat dan logistik dapat berjalan semakin lancar. Sehingga proses pemulihan di wilayah terdampak bencana dapat berlangsung lebih cepat dan merata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








