Akurat
Pemprov Sumsel

Herman Deru Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Sumsel

Saeful Anwar | 13 Maret 2026, 23:56 WIB
Herman Deru Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Sumsel
Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru, memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat 2026 dalam rangka pengamanan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

AKURAT.CO Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru, memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat 2026 dalam rangka pengamanan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut digelar di halaman Griya Agung, Palembang, Kamis (12/3/2026) sore.

Apel dihadiri Kapolda Sumsel Irjen Pol. Sandi Nugroho beserta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan jajaran instansi terkait.

Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru membacakan amanat Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Ia menyampaikan bahwa apel gelar pasukan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana dalam mendukung pengamanan mudik dan perayaan Idulfitri.

Apel ini juga menjadi wujud komitmen serta sinergi lintas sektor agar pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 berjalan optimal.

“Dengan kesiapan ini diharapkan pelaksanaan mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah dapat berlangsung aman, nyaman, tertib, dan lancar,” ujar Herman Deru saat membacakan amanat Kapolri.

Dalam amanat tersebut juga disampaikan bahwa situasi global saat ini menunjukkan eskalasi yang meningkat, mulai dari konflik Israel–Palestina hingga ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.

Kondisi tersebut berdampak pada stabilitas ekonomi global, termasuk potensi gejolak harga minyak dunia yang dapat memengaruhi nilai tukar rupiah, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Meski harga minyak dunia sempat mengalami penurunan pada 10 Maret 2026, kondisi global dinilai masih perlu diwaspadai karena situasi internasional belum sepenuhnya stabil.

Pemerintah, lanjutnya, terus melakukan berbagai langkah diplomasi dengan mengedepankan politik luar negeri bebas aktif serta prinsip non-blok guna memitigasi dampak eskalasi global sekaligus mendorong terciptanya perdamaian dunia.

Baca Juga: Wagub Cik Ujang Gelar Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Lekipaliges

Selain itu, pemerintah juga berupaya menjaga stabilitas nasional melalui penguatan diplomasi perdagangan untuk membuka peluang bagi dunia usaha dan industri nasional sehingga pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.

Pemerintah juga memastikan stabilitas harga energi melalui kebijakan subsidi. Berdasarkan data Pertamina, stok BBM dan LPG nasional dipastikan mencukupi sehingga masyarakat diimbau membeli sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying.

Dalam amanat tersebut juga disebutkan bahwa perayaan Idulfitri merupakan agenda nasional yang mampu mendorong perputaran ekonomi secara signifikan di berbagai daerah.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang, atau turun sekitar 1,75 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 146,4 juta orang.

Meski demikian, pemerintah tetap mengantisipasi kemungkinan peningkatan jumlah pemudik dengan berbagai kebijakan stimulus, seperti diskon tarif tol, potongan harga tiket transportasi umum, serta kebijakan work from anywhere.

Untuk menjamin keamanan dan kelancaran Idulfitri, Polri bersama TNI serta berbagai pemangku kepentingan melaksanakan Operasi Ketupat 2026 selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan 161.243 personel gabungan.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi lintas sektoral, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret 2026. Sementara puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24–25 Maret dan 28–29 Maret 2026.

Dalam operasi tersebut, Polri menyiapkan 2.746 pos pengamanan yang terdiri dari 1.624 Pos Pengamanan (Pos Pam), 779 Pos Pelayanan (Pos Yan), serta 343 Pos Terpadu yang berfungsi sebagai pusat informasi dan pelayanan bagi masyarakat.

Selain itu, pengamanan juga difokuskan pada 185.607 objek vital, termasuk masjid, lokasi salat Idulfitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, hingga bandara.

Untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik, pemerintah juga telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) mengenai pengaturan lalu lintas selama periode Lebaran 2026.

Kebijakan tersebut mencakup pembatasan operasional angkutan barang, penerapan sistem one way, contra flow, serta ganjil-genap, penundaan proyek konstruksi, pengaturan penyeberangan laut, hingga pengalihfungsian sementara jembatan timbang sebagai tempat istirahat bagi pengguna jalan.

Kapolri juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok serta BBM.

Aparat juga diminta mengantisipasi potensi gangguan keamanan seperti kejahatan konvensional, premanisme, balap liar, maupun konflik antar kelompok melalui patroli rutin di titik-titik rawan.

Selain itu, aparat diminta mendata rumah-rumah kosong yang ditinggalkan pemudik serta menyediakan layanan penitipan kendaraan di kantor kepolisian guna memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Berdasarkan prediksi BMKG, kondisi cuaca selama arus mudik diperkirakan berawan hingga berpotensi hujan lebat di sejumlah wilayah.

Karena itu, seluruh pihak diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi dengan menyiapkan tim tanggap darurat serta sarana pendukung penanganan bencana.

Kapolri juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam Operasi Ketupat 2026, mulai dari TNI-Polri, kementerian terkait, BNPB, BMKG, Basarnas, Pertamina, Jasa Raharja, Jasa Marga, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pemadam Kebakaran, Pramuka hingga mitra kamtibmas lainnya.

Baca Juga: Menko Polkam: Pengamanan Mudik Tanggung Jawab Bersama

“Keberhasilan Operasi Ketupat merupakan tanggung jawab kita bersama. Terus tingkatkan soliditas dan sinergisitas dalam setiap pelaksanaan tugas. Bersama kita wujudkan Mudik Aman, Keluarga Bahagia,” tegasnya.

Usai apel, Gubernur Herman Deru bersama Kapolda Sumsel melakukan pemeriksaan pasukan serta penyematan pita Operasi Ketupat 2026 sebagai tanda dimulainya operasi pengamanan tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.