WFH ASN Jadi Kunci Hemat Anggaran dan Reformasi Birokrasi Lebih Efisien

AKURAT.CO Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, mendorong penerapan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai bagian dari upaya efisiensi sekaligus transformasi tata kelola pemerintahan.
Menurutnya, kebijakan ini tidak hanya bertujuan menghemat anggaran, tetapi juga menciptakan budaya kerja baru yang lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Prinsip efisiensi ini bukan sekadar mengurangi ketergantungan terhadap pasokan BBM internasional, tetapi juga mendorong transformasi budaya kerja baru yang lebih adaptif,” ujar Bima saat meninjau pelaksanaan WFH di Kantor Wali Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (10/4/2026).
Ia mengapresiasi kesiapan Pemerintah Kota Bekasi yang mencatat tingkat partisipasi WFH mencapai sekitar 40 persen dari total ASN.
Bima juga meminta pemerintah daerah segera menghitung potensi efisiensi anggaran, terutama dari penghematan penggunaan BBM, air, dan listrik.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa langkah efisiensi tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga BBM agar tetap terjangkau, khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah.
Bima memastikan kondisi APBN serta ketersediaan BBM nasional tetap aman, dengan tingkat ketergantungan impor yang terdampak dinamika global relatif rendah.
“Bagi presiden dan pemerintah saat ini, keberpihakan kepada masyarakat, terutama kelas menengah ke bawah, menjadi prioritas utama,” katanya.
Baca Juga: Aksi Premanisme Viral di Tanah Abang, Tiga Pelaku Pemerasan Pedagang Diamankan Polisi
Menanggapi kekhawatiran terkait pelayanan publik, Bima menegaskan bahwa layanan esensial tetap berjalan optimal.
Sejumlah sektor vital seperti Dinas Lingkungan Hidup, Sumber Daya Air, Pemadam Kebakaran, dan Satpol PP tetap beroperasi penuh.
Sementara itu, layanan di tingkat kecamatan, kelurahan, serta perizinan tetap berjalan dengan skema pembatasan maksimal 50 persen pegawai bekerja di kantor.
Untuk menjaga disiplin ASN selama WFH, pemerintah menerapkan sistem pengawasan berbasis digital melalui pelaporan kinerja dan pemantauan lokasi.
Sanksi akan diberikan kepada ASN yang tidak menjalankan tugas sesuai ketentuan maupun pejabat yang lalai dalam pengawasan.
Selain itu, Bima juga mengapresiasi kebijakan Wali Kota Bekasi yang mendorong penggunaan transportasi umum dan sepeda bagi ASN.
Ia berharap ke depan pengembangan transportasi publik berbasis kendaraan listrik dapat semakin diperluas guna mendukung efisiensi energi nasional.
“Jika kendaraan listrik difokuskan pada transportasi publik, dampaknya akan jauh lebih signifikan bagi efisiensi energi,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










