Belanja APBD Jakarta Tertinggi dalam 5 Tahun, Pemprov Putar Otak Jaga Arus Kas

AKURAT.CO Realisasi APBD Provinsi Jakarta triwulan pertama 2026 menunjukkan belanja lebih tinggi dibanding pendapatan.
Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Provinsi Jakarta, Michael Rolandi C. Brata, mengatakan, hingga akhir Maret, pendapatan tercatat 13,39 persen, sedangkan belanja mencapai 13,97 persen.
"Realisasi pendapatan 13,39 persen, belanjanya 13,97 persen. Jadi, kami harus putar otak bagaimana cash flow itu bisa harus dijaga," ujarnya di Balai Kota Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Michael menjelaskan, tingginya belanja dipicu percepatan pengeluaran sejak awal tahun untuk mendukung pengadaan barang dan jasa. Meski terjadi defisit, capaian belanja kuartal I-2026 menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Baca Juga: Pramono Dorong BUMD Jakarta Berani Tembus Pasar Global
"Ini dalam lima tahun terakhir adalah tertinggi yang bisa dicapai, tahun 2022 di kuartal satu hanya 9,96 persen, 2023 9,86 persen, 2024 10,31 persen, dan 2025 13,19 persen," katanya.
Dari sisi komposisi, belanja masih didominasi kebutuhan operasional, yang menandakan aktivitas pemerintahan berjalan normal.
"Paling besar adalah belanja operasi. Artinya? DKI hidup. DKI bisa beroperasi secara normal walaupun di kondisi seperti sekarang," katanya.
Untuk menjaga keseimbangan anggaran, Pemprov Jakarta melakukan efisiensi pada sejumlah pos, seperti perjalanan dinas, kegiatan seremonial, belanja pendukung, konsumsi serta hibah.
Baca Juga: Realisasi APBD Jakarta Kuartal I 2026 Capai 13 Persen, Pemprov Dorong Percepatan Belanja
"Kita melakukan penandaan untuk efisiensi di belanja perjalanan dinas, belanja seremonial, belanja pendukung, makan minum dan hibah," jelas Michael.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





