Ekonomi Aceh Tamiang Bangkit Usai Banjir, Aktivitas Pasar Kembali Bergeliat

AKURAT.CO Aktivitas ekonomi masyarakat di Aceh Tamiang mulai menunjukkan pemulihan setelah sempat terpukul bencana hidrometeorologi pada akhir November tahun lalu.
Sejumlah pusat perdagangan yang sebelumnya lumpuh kini kembali beroperasi, ditandai dengan ramainya aktivitas jual beli di pasar tradisional.
Di Pasar Kuala Simpang, suasana berangsur normal. Warga kembali memadati pasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sementara para pedagang mulai menghidupkan kembali usahanya.
Salah satu pedagang ikan, Herman, mengaku kondisi pasar kini jauh lebih baik dibandingkan beberapa bulan lalu.
“Alhamdulillah, sekarang sudah kembali normal,” ujar Herman, Jumat (1/5/2026).
Ia mengatakan telah kembali berjualan sekitar satu setengah bulan terakhir setelah lokasi usahanya dibersihkan oleh pemerintah pascabanjir.
“Kurang lebih sebulan setengah kami mulai jualan lagi setelah dibersihkan,” katanya.
Pasar yang berada di kawasan pinggir Sungai Tamiang tersebut sebelumnya menjadi salah satu titik terdampak cukup parah. Namun kini, pasokan ikan telah kembali tersedia dari berbagai daerah.
Baca Juga: Apple Dikabarkan Batalkan iPad Ultra, Permintaan iPad Pro Jadi Sorotan
“Pasokan sudah masuk lagi, dari Banda Aceh, dari Sumatera Utara, termasuk Medan,” jelasnya.
Meski begitu, Herman mengakui daya beli masyarakat sempat melemah pada awal masa pemulihan. Kondisi tersebut perlahan membaik seiring meningkatnya aktivitas ekonomi warga.
“Awalnya memang sepi karena banyak yang belum kembali bekerja. Tapi sekarang mulai ada peningkatan, trennya makin hari makin baik,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah dapat segera memperbaiki fasilitas pasar, khususnya bagian atap yang rusak akibat banjir.
“Kalau bisa seng-seng yang rusak diganti. Sekarang kalau hujan, kami tetap kehujanan,” harapnya.
Hal serupa disampaikan Nurlela, pedagang sayur di Pajak Atas Kuala Simpang. Ia baru kembali berjualan dalam dua bulan terakhir setelah terdampak banjir.
Nurlela mengandalkan pasokan dari petani lokal di wilayah Bandar Pusaka.
Namun pada awal pemulihan, ia sempat kesulitan mendapatkan barang dagangan karena banyak lahan pertanian rusak.
“Sekarang masih jual yang sederhana seperti ubi, bayam, dan kangkung dari warga kampung,” katanya.
Seiring berjalannya waktu, kondisi pasar semakin pulih. Berbagai pedagang, mulai dari penjual pakaian, buah, hingga kebutuhan pokok, mulai kembali beroperasi.
Berdasarkan data Satgas PRR per 27 April 2026, sebanyak 196 pasar rakyat di wilayah terdampak telah kembali berfungsi.
Rinciannya meliputi 114 pasar di Aceh, 56 pasar di Sumatera Utara, dan 26 pasar di Sumatera Barat.
Baca Juga: Proses Pembentukan Undang-Undang di Indonesia oleh DPR
Pemulihan ini menjadi sinyal positif bagi kebangkitan ekonomi masyarakat pascabencana, meski perbaikan infrastruktur dan dukungan lanjutan masih sangat dibutuhkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








