Akurat Logo

Cuaca Jakarta Hari Ini Tembus 41 Derajat? Ini Faktor Penyebabnya

Nurma Nafisa Faradilla | 12 Mei 2026, 14:59 WIB
Cuaca Jakarta Hari Ini Tembus 41 Derajat? Ini Faktor Penyebabnya
Ilustrasi cuaca panas Jakarta. (OpenAi)

AKURAT.CO Cuaca panas di Jakarta dalam beberapa hari terakhir terasa jauh lebih menyengat dibanding biasanya. Meski suhu udara tercatat berkisar 33 hingga 34 derajat Celsius, banyak warga mengeluhkan panas yang terasa seperti mencapai 40 sampai 41 derajat Celsius, terutama pada siang hari.

Fenomena ini ramai diperbincangkan setelah sejumlah aplikasi cuaca seperti Google Weather dan AccuWeather menampilkan angka “feels like” atau suhu terasa yang jauh lebih tinggi dibanding suhu sebenarnya. Kondisi tersebut pun memicu pertanyaan masyarakat mengenai penyebab Jakarta terasa sangat panas meski belum memasuki puncak musim kemarau.

Berdasarkan pantauan dari aplikasi AccuWeather pada Selasa (12/5/2026), suhu udara di Jakarta tercatat sekitar 34 derajat Celsius. Namun, suhu yang dirasakan tubuh atau real feel mencapai 41 derajat Celsius.

Sementara itu, Google Weather menunjukkan suhu udara sekitar 33 derajat Celsius dengan suhu terasa mencapai 40 derajat Celsius. Perbedaan angka ini membuat banyak orang merasa cuaca Jakarta jauh lebih panas dari biasanya.

Baca Juga: Mudah Emosi Saat Cuaca Panas? Begini Penjelasannya

Di sisi lain, data resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG mencatat suhu maksimum Jakarta berada di kisaran 30 hingga 33 derajat Celsius. Namun BMKG juga menjelaskan bahwa suhu terasa dapat berbeda tergantung beberapa faktor lingkungan.

Apa Itu Suhu Terasa atau Feels Like?

Suhu terasa atau feels like temperature merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan sensasi panas yang dirasakan tubuh manusia, bukan sekadar angka suhu udara di atmosfer.

Ahli meteorologi Cyrena Arnold menjelaskan bahwa kulit manusia memiliki sensor yang bereaksi terhadap proses penguapan air di tubuh. Karena itu, tubuh bisa merasakan panas yang berbeda tergantung kondisi udara di sekitar.

Ketika udara sangat lembap, keringat menjadi lebih sulit menguap dari permukaan kulit. Akibatnya, tubuh terasa lebih gerah dan panas meski suhu udara sebenarnya tidak terlalu ekstrem.

Menurut BMKG, suhu terasa dipengaruhi oleh beberapa faktor utama seperti:

  • Suhu udara

  • Kelembapan udara

  • Kecepatan angin

  • Paparan sinar Matahari

Semakin tinggi kelembapan udara, maka suhu akan terasa lebih panas bagi tubuh manusia.

Kenapa Jakarta Terasa Sangat Panas?

Ada beberapa faktor yang membuat suhu di Jakarta dan wilayah Indonesia terasa lebih tinggi dibanding angka sebenarnya.

1. Kelembapan Udara Sangat Tinggi

Indonesia merupakan negara tropis dengan tingkat kelembapan udara yang tinggi. Kondisi ini dipengaruhi oleh letak geografis Indonesia yang dikelilingi lautan hangat.

Udara yang mengandung banyak uap air membuat proses penguapan keringat menjadi lambat. Akibatnya, tubuh lebih mudah merasa gerah dan tidak nyaman.

Baca Juga: BMKG Prediksi Cuaca Jakarta Jumat, 17 April 2026: Hujan hingga Petir, Cek Wilayahnya

2. Paparan Sinar Matahari yang Kuat

Jakarta saat ini sedang mengalami dominasi cuaca cerah dengan intensitas sinar Matahari cukup tinggi pada siang hari. Kondisi tersebut meningkatkan pemanasan permukaan sehingga suhu terasa lebih menyengat.

Paparan sinar ultraviolet yang tinggi juga membuat tubuh lebih cepat merasa panas saat beraktivitas di luar ruangan.

3. Minim Angin dan Curah Hujan Berkurang

Kecepatan angin yang rendah membuat sirkulasi udara tidak optimal. Saat udara terasa diam dan lembap, panas akan lebih mudah terperangkap di lingkungan sekitar.

Selain itu, berkurangnya hujan dalam beberapa hari terakhir ikut meningkatkan suhu permukaan di wilayah perkotaan seperti Jakarta.

4. Efek Perkotaan atau Urban Heat Island

Wilayah Jakarta yang dipenuhi gedung, aspal, kendaraan, dan aktivitas padat juga memperparah kondisi panas. Permukaan beton dan aspal menyerap panas Matahari lebih lama sehingga suhu di kota terasa lebih tinggi dibanding daerah hijau.

Fenomena ini dikenal sebagai urban heat island atau pulau panas perkotaan.

Tips Menghadapi Cuaca Panas Ekstrem

Saat suhu terasa mencapai lebih dari 40 derajat Celsius, masyarakat disarankan lebih waspada terhadap risiko dehidrasi dan kelelahan akibat panas.

Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  • Perbanyak minum air putih

  • Hindari aktivitas luar ruangan saat siang hari

  • Gunakan pakaian tipis dan menyerap keringat

  • Pakai topi atau payung saat keluar rumah

  • Gunakan tabir surya untuk melindungi kulit

  • Pastikan tubuh mendapat istirahat cukup

Jika mengalami gejala seperti pusing, lemas, mual, atau sesak akibat panas, segera berteduh dan minum air untuk mencegah heat exhaustion.

Baca Juga: Awas Cuaca Ekstrem 5–11 Mei 2026! Ini 7 Tips Aman Berkendara Saat Hujan Lebat

Apakah Cuaca Panas Ini Berbahaya?

Cuaca panas dengan suhu terasa tinggi memang dapat memengaruhi kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan orang yang beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama.

Meski suhu udara Jakarta belum mencapai level ekstrem seperti negara gurun, kombinasi panas dan kelembapan tinggi membuat tubuh bekerja lebih keras untuk menjaga suhu tetap normal.

Karena itu, masyarakat diimbau tetap memperhatikan kondisi tubuh dan mengurangi aktivitas berat di bawah terik Matahari.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.