Akurat Logo

Minat Baca Warga Jakarta Meningkat, Kunjungan Perpustakaan Tembus 614 Ribu Orang

Okto Rizki Alpino | 18 Mei 2026, 18:51 WIB
Minat Baca Warga Jakarta Meningkat, Kunjungan Perpustakaan Tembus 614 Ribu Orang
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono, menyebut perkembangan platform perpustakaan digital memperkuat budaya baca di masyarakat. Foto: Akurat.co

AKURAT.CO Peringatan HUT ke-46 Perpustakaan Nasional RI menjadi momentum memperkuat transformasi perpustakaan sebagai ruang publik yang adaptif, modern dan inklusif di tengah perubahan zaman.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Provinsi Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono, menjelaskan, perpustakaan saat ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku. Melainkan berkembang menjadi pusat pengetahuan, ruang kolaborasi, ruang belajar sepanjang hayat, hingga wadah tumbuhnya kreativitas masyarakat.

"Perpustakaan harus mampu menjadi ruang ketiga yang terbuka bagi semua kalangan. Mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja muda, komunitas kreatif hingga masyarakat umum," katanya, kepada Akurat.co, Senin (18/5/2026).

Nasruddin mengungkapkan, tren literasi masyarakat Jakarta terus menunjukkan peningkatan positif.

Hal itu tercermin dari nilai Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Provinsi Jakarta tahun 2025 yang mencapai 95,03, meningkat dibanding tahun sebelumnya sebesar 94,16 dan masuk kategori sangat tinggi.

Baca Juga: Buku The Art of Simple Leadership, Ungkap Cara Jerry Hermawan Lo Membangun Kepemimpinan

Peningkatan juga terlihat dari jumlah kunjungan ke Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumen Sastra HB Jassin. Pada 2023, jumlah pengunjung tercatat 377.290 orang kemudian meningkat menjadi 480.927 orang di tahun 2024 dan kembali naik menjadi 614.984 orang pada 2025.

Dispusip Provinsi Jakarta mencatat, dalam kurun waktu 2023-2025, jumlah pengunjung perpustakaan meningkat sekitar 63 persen.

"Kenaikan ini dari hasil revitalisasi dan rebranding perpustakaan serta pengembangan fasilitas dan program literasi yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat," ujar Nasruddin.

Selain jumlah pengunjung, aktivitas literasi juga mengalami peningkatan signifikan. Pada 2024 terdapat 534 kegiatan literasi kemudian meningkat menjadi 761 kegiatan di tahun 2025 atau naik sekitar 42,51 persen.

Kegiatan tersebut meliputi diskusi buku, pelatihan, bedah film, kelas kreatif hingga forum komunitas.

Baca Juga: Shopee Kembali Gelar Festival Penulis Lokal 2026, Dorong Minat Baca dan Perlindungan Hak Cipta Buku Lokal Asli

Pemanfaatan koleksi buku juga meningkat tajam. Pada 2023 tercatat 57.308 penggunaan koleksi buku, lalu melonjak menjadi 272.661 penggunaan pada 2024 dan kembali meningkat menjadi 654.771 penggunaan pada 2025.

Nasruddin menambahkan, perkembangan platform perpustakaan digital seperti iJakarta turut memperkuat budaya membaca masyarakat.

Masyarakat kini datang ke perpustakaan tidak hanya untuk membaca tetapi juga berdiskusi, membangun jejaring, mencari inspirasi, hingga menghasilkan karya.

"Literasi hari ini bukan hanya kemampuan membaca buku tetapi kemampuan membaca perubahan zaman," tuturnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.