Akurat Logo

BPIP Ajak Warga Jembrana Perkuat Nilai Pancasila di Tengah Peluang Besar Kemajuan Daerah

Moehamad Dheny Permana | 5 Juni 2026, 20:38 WIB
BPIP Ajak Warga Jembrana Perkuat Nilai Pancasila di Tengah Peluang Besar Kemajuan Daerah
Kepala BPIP, Yudian Wahyudi.

AKURAT.CO Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengajak masyarakat Kabupaten Jembrana, Bali, memperkuat nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi menghadapi berbagai perubahan dan peluang pembangunan yang mulai hadir di wilayah tersebut.

Melalui kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila yang dihadiri lebih dari 500 peserta terdiri dari guru, pelajar, serta unsur organisasi kemasyarakatan, BPIP menegaskan pentingnya menjaga karakter, budaya, dan semangat persatuan di tengah pesatnya perkembangan daerah.

Bagi masyarakat Jembrana, kegiatan ini tidak sekadar membahas ideologi negara, tetapi juga menjadi ruang refleksi dalam mempersiapkan diri menghadapi masa depan yang diproyeksikan semakin dinamis.

Kabupaten Jembrana sendiri diperkirakan akan mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun mendatang.

Berbagai investasi dan pembangunan diyakini akan membuka peluang ekonomi baru sekaligus menghadirkan tantangan sosial yang perlu diantisipasi sejak dini.

Karena itu, penguatan nilai-nilai Pancasila dinilai menjadi bekal penting agar masyarakat tetap menjadi pelaku utama pembangunan tanpa kehilangan jati diri dan akar budaya yang selama ini menjadi kekuatan daerah.

Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, menegaskan, pembangunan tidak hanya membutuhkan kemajuan fisik, tetapi juga karakter masyarakat yang kuat.

“Pembangunan akan berhasil apabila masyarakatnya memiliki karakter yang kuat. Pancasila mengajarkan kita untuk menjaga persatuan, saling membantu, menghormati perbedaan, dan memastikan bahwa kemajuan dapat dirasakan bersama. Jangan sampai perkembangan yang datang justru membuat masyarakat kehilangan arah atau tercerabut dari nilai-nilai yang selama ini dijaga,” ujar Yudian di Istana Agung Jimbarwana, Jembrana, Bali, Jumat (5/6/2026).

Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi membawa berbagai pengaruh yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan.

Karena itu, masyarakat perlu memiliki pegangan yang kuat agar mampu menyaring berbagai perubahan tanpa kehilangan identitas sebagai bangsa Indonesia.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Pengarah BPIP, Wisnu Bawa Tenaya, menekankan pentingnya peran pendidikan dalam membangun karakter generasi muda.

Baca Juga: Merasa Dirugikan, PT PMM Minta Kejagung Segera Putuskan Nasib 15 Kontainer yang Ditahan

Menurutnya, guru dan orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian sosial.

“Anak-anak Jembrana harus tumbuh menjadi generasi yang cerdas sekaligus berkarakter. Mereka harus memiliki kejujuran, disiplin, semangat belajar, dan kepedulian terhadap sesama. Tugas besar itu berada di tangan para guru dan orang tua yang setiap hari mendampingi mereka,” katanya.

Senada dengan itu, Deputi Bidang Pengkajian dan Materi sekaligus Pelaksana Tugas Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP, Surahno, mengingatkan bahwa Indonesia lahir dari semangat persatuan dan musyawarah.

“Bangsa ini berdiri karena para pendiri bangsa memilih persatuan daripada perpecahan. Nilai itulah yang harus kita jaga bersama. Ketika masyarakat tetap rukun dan bergotong royong, tantangan sebesar apa pun dapat dihadapi,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPD RI sekaligus anggota MPR RI, Arya Wedakarna, mengingatkan masyarakat Jembrana agar mempersiapkan diri menghadapi peluang besar yang akan datang.

Menurutnya, pembangunan yang terus berlangsung harus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri.

“Jembrana memiliki masa depan yang sangat besar. Akan ada banyak peluang ekonomi, lapangan pekerjaan, dan aktivitas baru yang tumbuh di daerah ini. Karena itu, masyarakat harus meningkatkan kemampuan diri, menguasai teknologi, dan memperkuat pendidikan agar dapat mengambil manfaat dari perubahan yang terjadi. Jangan sampai masyarakat lokal hanya menjadi penonton di rumahnya sendiri,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, BPIP berharap masyarakat Jembrana semakin siap menghadapi masa depan dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila.

Dengan demikian, kemajuan yang datang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat kerukunan sosial, melestarikan budaya lokal, serta memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.

Bagi masyarakat Jembrana, Pancasila bukan sekadar lima sila yang dihafalkan, melainkan pedoman hidup yang menjaga kebersamaan dan menjadi fondasi dalam menyongsong masa depan yang lebih baik.

Baca Juga: The Beautiful Game Hadirkan Sensasi Piala Dunia, Penggemar Adu Prediksi di Lebih dari 190 Market

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.