Bukan Soal Satu Suara, BPD HIPMI DOB: Kepastian Aturan Penting untuk Iklim Organisasi

AKURAT.CO Polemik penetapan hak voters menjelang Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI dinilai tidak semata-mata menyangkut jumlah suara yang dimiliki suatu daerah.
Bagi empat BPD HIPMI dari Daerah Otonomi Baru (DOB) Tanah Papua, persoalan ini juga menyentuh aspek yang lebih mendasar, yakni kepastian aturan, konsistensi pengambilan keputusan, dan kepercayaan anggota terhadap tata kelola organisasi.
BPD HIPMI DOB menilai organisasi pengusaha harus menjunjung prinsip-prinsip yang selama ini menjadi fondasi dunia usaha, seperti predictability, kesetaraan perlakuan, dan penghormatan terhadap aturan yang telah disepakati bersama.
Mereka mengingatkan bahwa keputusan yang berubah setelah proses verifikasi selesai berpotensi menimbulkan ketidakpastian bagi anggota daerah yang telah menjalankan seluruh kewajiban organisasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Ketua BPD HIPMI Papua Pegunungan, Anthonius Wetipo, mengatakan bahwa keberatan yang disampaikan pihaknya tidak boleh dipersepsikan hanya sebagai perdebatan mengenai satu tambahan suara dalam munas.
Baca Juga: Kerek Kinerja Ekspor, Jona Siap Jadikan Hipmi Rumah Kolaborasi Pengusaha Berdaya Saing Global
"Isu ini bukan sekadar soal satu suara tambahan atau pengurangan voters. Yang lebih penting adalah bagaimana organisasi menjaga konsistensi aturan dan memastikan setiap keputusan memiliki dasar yang jelas," ujar Anthonius, dalam keterangannya, Selasa (9/6/2026).
Ketua BPD HIPMI Papua Barat Daya, Rob Rafael Kardinal, menyebut prinsip kepastian aturan yang selama ini menjadi fondasi dunia usaha juga harus menjadi pegangan dalam kehidupan berorganisasi.
"Bagi dunia usaha, kepastian aturan adalah fondasi. Prinsip yang sama juga penting diterapkan dalam organisasi. Ketika seluruh persyaratan telah dipenuhi dan proses verifikasi telah dilalui, maka keputusan yang diambil harus mengacu pada aturan yang sama bagi semua daerah," Rob menjelaskan.
Ketua BPD HIPMI Papua Tengah, Yoti Gire, menyatakan bahwa dalam Rakorbid OKK BPP HIPMI di Bali sebelumnya telah dibahas standar penetapan voters yang berlaku bagi seluruh BPD.
Karena itu, setiap perubahan atau perlakuan yang berbeda terhadap daerah tertentu perlu memiliki dasar normatif yang kuat agar tidak menimbulkan persepsi ketidakpastian dalam organisasi.
Baca Juga: HIPMI Dorong Hilirisasi Sawit untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
"Jika sebuah standar sudah dibahas dan menjadi rujukan bersama, maka penerapannya juga harus konsisten. Kesetaraan perlakuan penting agar seluruh daerah memiliki kepercayaan yang sama terhadap proses organisasi," katanya.
Menambahkan, Ketua BPD HIPMI Papua Selatan, Nickson Pampang, mengatakan, kepastian aturan dan keadilan dalam pengambilan keputusan merupakan modal penting untuk menjaga kredibilitas organisasi di mata anggota.
"HIPMI adalah organisasi para pengusaha. Karena itu, tata kelolanya juga harus mencerminkan nilai-nilai yang dijunjung dunia usaha, yaitu transparansi, kepastian dan keadilan. Kepercayaan anggota akan tumbuh jika aturan diterapkan secara konsisten kepada semua pihak," jelasnya.
BPD HIPMI DOB Tanah Papua berharap persoalan ini dapat diselesaikan melalui mekanisme organisasi yang objektif dan transparan sehingga dapat semakin memperkuat kredibilitas HIPMI sebagai organisasi pengusaha terbesar di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







