SPMB Dibuka, Pemprov Jakarta Harus Prioritaskan Akses Pendidikan bagi Warga Tak Mampu

AKURAT.CO Komisi E DPRD Jakarta meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta lebih serius memprioritaskan akses pendidikan bagi warga kurang mampu, di tengah ketatnya persaingan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Ketua Komisi E DPRD Jakarta, Muhammad Subki, mengatakan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah kerap menjadi pihak yang paling dirugikan dalam proses penerimaan siswa baru.
Kondisi tersebut dipengaruhi keterbatasan ekonomi, fasilitas belajar, hingga pemenuhan kebutuhan gizi yang berdampak pada daya saing siswa.
Baca Juga: Komisi X DPR Akan Panggil Mendikdasmen Bahas Keluhan dan Dugaan Kecurangan SPMB
"Keberpihakan kita kepada masyarakat kelas bawah itu harus menjadi prioritas," ujar Subki usai rapat pendalaman komisi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD (P2APBD) Tahun Anggaran 2025 bersama Dinas Pendidikan, di Gedung DPRD Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Menurut dia, pemerintah perlu menghadirkan solusi yang lebih konkret agar siswa dari keluarga tidak mampu memperoleh kesempatan pendidikan yang setara. Untuk itu, Dinas Pendidikan diminta mengoptimalkan program afirmasi sebagai jalur khusus bagi kelompok rentan.
Dia mendorong penguatan berbagai program pendidikan yang berpihak kepada masyarakat kurang mampu, seperti Sekolah Rakyat dan sekolah berasrama (boarding school).
Menurutnya, program tersebut dapat menjadi instrumen untuk memperluas akses pendidikan bagi siswa dari keluarga prasejahtera.
"Apalagi ada program sekolah rakyat dari Kemensos, ada Program Sekolah Garuda," katanya.
Baca Juga: Pemprov Jakarta Siapkan Kuota 245.980 Murid Baru untuk SPMB 2026/2027
Selain itu, sistem zonasi dalam penerimaan siswa baru saat ini belum berjalan merata dan tidak lagi sepenuhnya ideal. Meski masih dapat dipertahankan sebagai salah satu jalur penerimaan, dia meminta pemerintah memaksimalkan jalur afirmasi dan prestasi agar lebih banyak memberikan peluang bagi siswa yang membutuhkan.
Dia juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan SPMB masih memunculkan banyak keluhan dari masyarakat. Aspirasi tersebut kerap diterima anggota DPRD saat melakukan kegiatan reses di berbagai wilayah Jakarta.
"Komisi E meminta Dinas Pendidikan melakukan evaluasi dan perbaikan kebijakan penerimaan siswa baru agar akses pendidikan yang adil dan merata dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat, terutama warga kurang mampu," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Link Nonton Piala Dunia 2026 Resmi dan Legal, Kualitas HD Bukan di Score808
- 2Di Balik Penolakan Keras Singapura ke Ekspor Satu Pintu DSI: Risiko Kehilangan Ratusan Miliar Dolar Arus Ekspor dan Devisa
- 3Prediksi Skor Uzbekistan vs Kolombia di Piala Dunia 2026: Debutan Asia Hadapi Ujian Berat dari Los Cafeteros
- 4Prediksi Skor Swiss vs Bosnia dan Herzegovina: Nati Diunggulkan, Tapi Jangan Remehkan Ancaman Tim Balkan
- 5Prediksi Skor Ghana vs Panama di Piala Dunia 2026: Duel Seimbang, Akankah Black Stars Bangkit?
- 6Prediksi Skor Belgia vs Mesir Lengkap dengan Statistik Head to Head dan Susunan Pemain
- 7Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Das Team Diunggulkan, Mampukah Debutan Asia Membuat Kejutan?
- 8Cara Nonton Piala Dunia 2026 Gratis di TVRI dan HP via Aplikasi Streaming
- 9Sempat Absen karena Sakit, Bos Maktour Penuhi Panggilan KPK
- 10Diperiksa sebagai Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Datang Bawa Buku dan Pulpen


