Dasco Minta Nasib Karyawan Eks Hotel Sultan Jadi Perhatian Pemerintah

AKURAT.CO Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, meminta pemerintah memastikan nasib para karyawan eks Hotel Sultan tetap menjadi perhatian dalam proses transisi pengelolaan kawasan tersebut oleh negara melalui Kementerian Sekretariat Negara.
Dasco menegaskan, perubahan pengelolaan kawasan eks Hotel Sultan tidak boleh mengabaikan para pekerja yang selama ini menggantungkan mata pencaharian dari operasional hotel tersebut.
“Saya berharap dan akan melakukan koordinasi dengan Menteri Sekretaris Negara,” kata Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Menurut Dasco, pemerintah perlu menyiapkan solusi yang tidak hanya berfokus pada pengelolaan aset negara, tetapi juga memperhatikan aspek ketenagakerjaan.
Ia berharap Kementerian Sekretariat Negara sebagai pengelola baru dapat memberikan ruang bagi para karyawan yang selama ini telah bekerja di Hotel Sultan.
“Kalau ditanya bagaimana nasib karyawan Hotel Sultan, tentunya pengelolaan yang nantinya dilakukan oleh Kementerian Sekretariat Negara kita harapkan juga bisa memberikan tempat kepada karyawan-karyawan yang selama ini sudah bekerja di sana,” ujarnya.
Dasco menilai koordinasi antarpihak sangat penting agar proses transisi pengelolaan berjalan baik tanpa mengorbankan para pekerja.
Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar terdapat solusi yang adil dan tetap memberikan kepastian bagi para karyawan.
Baca Juga: Kejar Target Jakarta Masuk 20 Kota Global Dunia di 2045, Pramono Percepat Transformasi Digital
Sebelumnya, pemerintah melaksanakan eksekusi pengosongan lahan dan bangunan eks Hotel Sultan di Blok 15 kawasan Gelora Bung Karno.
Eksekusi dilakukan untuk menegaskan kembali fungsi kawasan tersebut sebagai aset milik negara, setelah sebelumnya dikelola oleh PT Indobuildco selama sekitar 50 tahun.
Pelaksanaan eksekusi didasarkan pada putusan dan penetapan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 208/Pdt.G/2025/PN.Jkt.Pst dan Nomor 1/Pdt.Eks/2026/PN.Jkt.Pst.
Dalam proses eksekusi tersebut sempat terjadi kericuhan. Polda Metro Jaya mengamankan 119 orang pascainsiden tersebut.
Ratusan orang yang diamankan kini masih menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya untuk mendalami dugaan keterlibatan dalam aksi perlawanan saat proses eksekusi berlangsung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Link Nonton Piala Dunia 2026 Resmi dan Legal, Kualitas HD Bukan di Score808
- 2Di Balik Penolakan Keras Singapura ke Ekspor Satu Pintu DSI: Risiko Kehilangan Ratusan Miliar Dolar Arus Ekspor dan Devisa
- 3Prediksi Skor Uzbekistan vs Kolombia di Piala Dunia 2026: Debutan Asia Hadapi Ujian Berat dari Los Cafeteros
- 4Prediksi Skor Swiss vs Bosnia dan Herzegovina: Nati Diunggulkan, Tapi Jangan Remehkan Ancaman Tim Balkan
- 5Prediksi Skor Ghana vs Panama di Piala Dunia 2026: Duel Seimbang, Akankah Black Stars Bangkit?
- 6Prediksi Skor Belgia vs Mesir Lengkap dengan Statistik Head to Head dan Susunan Pemain
- 7Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Das Team Diunggulkan, Mampukah Debutan Asia Membuat Kejutan?
- 8Cara Nonton Piala Dunia 2026 Gratis di TVRI dan HP via Aplikasi Streaming
- 9Sempat Absen karena Sakit, Bos Maktour Penuhi Panggilan KPK
- 10Diperiksa sebagai Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Datang Bawa Buku dan Pulpen







