Akurat Logo

Puing-puing Dibersihkan, JPO Tendean Siap Dibangun Ulang

Okto Rizki Alpino | 15 Juli 2026, 10:45 WIB
Puing-puing Dibersihkan, JPO Tendean Siap Dibangun Ulang
Sisa material JPO di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, sudah dibersihkan, Rabu (15/7/2026). Foto: Akurat.co/Okto Rizki Alpino

AKURAT.CO Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) membersihkan sisa material Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2026).

Pembersihan dilakukan sehari setelah pembongkaran JPO yang rusak berat akibat tertabrak truk pengangkut alat berat.

Pantauan di lokasi, sejumlah petugas menyapu badan jalan, mengumpulkan ranting dan puing, serta memasukkan sampah ke dalam karung.

Pembersihan difokuskan di area median jalan dan trotoar untuk memastikan sisa material tidak mengganggu arus lalu lintas maupun keselamatan pengguna jalan.

Kondisi lalu lintas di Jalan Kapten Tendean terpantau lancar. Kendaraan roda dua maupun roda empat dari arah Mampang menuju Blok M dan sebaliknya melintas dengan kecepatan normal.

Baca Juga: JPO Tendean Hampir Ambruk Gara-gara Tertabrak Truk Bermuatan Alat Berat

Tidak terlihat kepadatan kendaraan seperti saat proses evakuasi dan pembongkaran JPO sehari sebelumnya.

Di sisi trotoar, sisa fondasi JPO masih tampak berdiri. Bongkahan beton, besi tulangan, dan puing konstruksi juga masih berserakan di beberapa titik sembari menunggu proses pengangkutan.

Pembersihan ini merupakan tindak lanjut dari insiden robohnya JPO Kapten Tendean setelah tertabrak truk pengangkut alat berat.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan kerusakan terjadi akibat kelalaian pengemudi yang membawa muatan melebihi batas ketinggian.

Pemprov DKI memastikan JPO akan dibangun kembali setelah proses pembongkaran dan pembersihan selesai.

Baca Juga: Pramono Resmikan Revitalisasi JPO Sarinah, Terintegrasi Halte Transjakarta

"Yang berkaitan dengan kerusakan JPO di Tendean memang betul ini karena keteledoran dari pengemudi yang membawa alat berat yang melebihi kapasitas tingginya. Sehingga menyebabkan kemacetan yang luar biasa," kata Pramono.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.