Akurat Logo

Jakarta Perlu Bangun Giant Sea Wall untuk Penanganan Banjir Rob Jangka Panjang

Okto Rizki Alpino | 3 September 2026, 17:10 WIB
Jakarta Perlu Bangun Giant Sea Wall untuk Penanganan Banjir Rob Jangka Panjang
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, di Balai Kota Jakarta, Kamis (3/9/2026). - Akurat.co/Okto Rizki Alpino

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengklaim Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta relatif mampu menangani ancaman banjir rob di kawasan pesisir. Sejumlah tanggul pesisir telah dibangun, dan menjadi salah satu upaya untuk mengurangi dampak banjir akibat pasang air laut.

"Kalau di Jakarta sendiri, sebenarnya kita kan sudah membangun tanggul-tanggul pesisir. Kalau di Jakarta sendiri sebenarnya relatif sudah tertangani," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Dia mengatakan, banjir rob yang berulang di sejumlah kawasan pesisir Jakarta masih dapat ditangani pemerintah daerah. "Dan kalau kemudian ada banjir rob dan sudah berulang kali, kita bisa mengatasi itu," ujarnya.

Baca Juga: Banjir Bandang Grand Canyon: Korban Hilang Tinggal 1 Orang, Operasi SAR Berpacu dengan Hujan Monsun

Namun, penanganan banjir rob secara menyeluruh membutuhkan proyek jangka panjang. Dia menilai, pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa diperlukan untuk memberikan perlindungan lebih komprehensif terhadap kawasan pesisir Jakarta.

"Tapi memang kalau ingin menyelesaikan secara menyeluruh dan jangka panjang, maka Giant Sea Wall itu sangat diperlukan," kata dia.

Saat ini, Pemprov Jakarta masih menunggu arahan pemerintah pusat terkait pembangunan tanggul laut tersebut. Dia berharap, segmen Giant Sea Wall di wilayah Jakarta dapat segera dimulai.

"Dan kami menunggu arahan dari pemerintah pusat, dan tentunya kami berharap mudah-mudahan segmen Jakarta ini bisa segera dimulai," kata Pramono.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.