Akurat Logo

BNPB: 734,81 Hektare Lahan Gambut Masih Terbakar di 6 Provinsi

Ayu Rachmaningtyas | 7 September 2026, 21:25 WIB
BNPB: 734,81 Hektare Lahan Gambut Masih Terbakar di 6 Provinsi
Ilustrasi karhutla.

AKURAT.CO Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, mengungkapkan, sebanyak 734,81 hektare lahan gambut masih terbakar di enam provinsi.

Enam provinsi tersebut yakni Kalimantan Barat, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Jambi.

Dari total 72.008 hektare lahan gambut yang terbakar, sebanyak 71.274,29 hektare telah berhasil dipadamkan.

"Per hari ini untuk provinsi yang lahan gambut: Kalimantan Barat, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Jambi, itu yang terbakar 72.008 hektare. Kemudian, yang berhasil dipadamkan 71.274,29 hektare. Yang masih terbakar per kemarin 734,81 hektare," kata Suharyanto dalam konferensi pers usai rapat koordinasi antara pemerintah dengan perusahaan pemegang HGU dan perizinan berusaha pemanfaatan hutan di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Menurut Suharyanto, luas lahan yang masih terbakar belum tentu langsung berkurang meski proses pemadaman terus dilakukan.

Hal ini disebabkan karakteristik lahan gambut yang membuat api dan bara dapat kembali muncul.

"Sekarang sedang dipadamkan ini yang 734,81 hektare. Apakah nanti jadi berkurang? Nah, ini belum tentu. Kenapa? Karena sifatnya lahan gambut," ujarnya.

Ia menjelaskan, BNPB memanfaatkan hasil pemantauan satelit Kementerian Kehutanan dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mendeteksi titik panas atau hotspot.

Setelah titik-titik tersebut terdeteksi, petugas melakukan patroli dan pengecekan langsung di lapangan, baik melalui jalur darat maupun udara.

"Nanti ketahuannya setelah sebagian dipadamkan, dilakukan lagi patroli dari hasil satelit Kementerian Kehutanan dan BMKG, hotspot, itu kita patroli. Baik lewat udara maupun darat, ketahuanlah titik kebakaran, fire spot," jelasnya.

Namun, jumlah lahan yang terbakar juga dapat kembali meningkat apabila muncul titik api baru atau bara dari kebakaran sebelumnya kembali menyala.

"Tapi kadang-kadang juga bisa naik. Kenapa? Karena ada titik api yang baru, atau yang kebakaran kemarin yang sudah padam itu membara lagi. Itu memang susahnya lahan gambut," tambah Suharyanto.

Baca Juga: Ratusan Perusahaan Pemegang HGU Diminta Perkuat Penanganan Karhutla di Tengah Puncak El Nino

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.