868 Relawan Kesehatan Telah Dikirim ke Wilayah Terdampak Gempa NTT

AKURAT.CO Kementerian Kesehatan menyatakan telah memobilisasi sebanyak 868 relawan kesehatan untuk menangani warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menurut Juru Bicara Kemenkes, drg. Widyawati, dari jumlah tersebut, sebanyak 366 orang berasal dari Kemenkes.
Seluruhnya diberangkatkan dalam dua tahap, yakni batch pertama sebanyak 206 orang yang dimobilisasi pada 24 Agustus dan batch kedua 160 orang yang diterjunkan pada 7 September.
Selain dari Kemenkes, tenaga relawan juga berasal dari berbagai unsur, seperti lembaga swadaya masyarakat (LSM), akademisi, serta instansi pemerintah lainnya.
"Sebanyak 868 relawan kesehatan sudah termobilisasi ke seluruh wilayah terdampak gempa," kata, Widyawati, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Baca Juga: Cegah Dampak Abu Vulkanik, Layanan Kesehatan dan Distribusi Masker Diperkuat di Pulau Sebesi
Lebih lanjut, ia mengatakan para relawan tersebut telah memperkuat layanan kesehatan di wilayah terdampak gempa bumi. Sebagai respons cepat terhadap krisis kesehatan pascagempa.
Kemenkes mencatat, sejak gempa bumi melanda NTT pada 15 Agustus 2026, pemerintah menemukan berbagai keluhan penyakit di wilayah terdampak. Namun, tiga penyakit disebut berpotensi menimbulkan jumlah kasus tertinggi, yakni infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dermatitis, dan diare.
Data Kemenkes pada periode 15 Agustus hingga 9 September menunjukkan ISPA mencapai 25.017 kasus, sementara dermatitis dan diare masing-masing tercatat sebanyak 1.573 kasus dan 1.512 kasus.
"Jadi, laporan tertinggi adalah kasus ISPA sebanyak 25.017 kasus yang terdapat di Kabupaten Manggarai, Sikka, Nagekeo, Ende, Ngada, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur," tutur Widyawati.
Selain memperkuat tenaga kesehatan, Widyawati menambahkan, pemerintah juga telah memperkuat logistik kesehatan berupa 10 rumah sakit lapangan, lima oksigen konsentrator, delapan emergency kit, 16.000 masker, 17.600 pasang sarung tangan, serta 444 dus pemberian makanan tambahan (PMT).
Baca Juga: Cara Pindah Faskes BPJS Kesehatan Lewat Mobile JKN, Mudah dan Praktis!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








