Sespimti Polri Angkatan 36 Dorong Kolaborasi Cegah Karhutla di Samboja Barat

AKURAT.CO Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu ancaman serius yang perlu diantisipasi, terutama saat memasuki musim kemarau.
Untuk memperkuat upaya pencegahan, Satuan Tugas (Satgas) Edukasi Karhutla Sespimti Polri Angkatan 36 menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait pencegahan dan penanggulangan karhutla di Kecamatan Samboja Barat, Kalimantan Timur.
Kegiatan tersebut didampingi Irjen Pol Dr. Joko Setiono, S.H., S.I.K., M.Hum. dan Irjen Pol Dr. Sabilul Arif, S.H., S.I.K., M.Si.
Ketua Senat Sespimti Polri Angkatan 36, Kombes Pol Dony Alexander, mengatakan FGD tersebut merupakan bagian dari program kerja Satgas Edukasi Karhutla sekaligus bentuk kepedulian dan kontribusi dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan.
Menurut Dony, karhutla perlu mendapat perhatian serius karena dampaknya tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan dan mengganggu aktivitas masyarakat.
"Karhutla merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang hingga saat ini masih menjadi tantangan serius di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Kalimantan Timur," kata Dony, Jumat (11/9/2026).
Ia menjelaskan, karhutla dapat menimbulkan kabut asap yang berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat. Kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu kegiatan pendidikan hingga aktivitas perekonomian.
Karena itu, pencegahan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, akademisi, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta masyarakat.
"Upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla tentunya tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi dan kolaborasi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan," ujarnya.
Petakan Titik Rawan Karhutla
Dony menuturkan, FGD tersebut menjadi wadah untuk mengidentifikasi wilayah yang memiliki potensi dan titik rawan karhutla di Kecamatan Samboja Barat.
Forum itu juga diharapkan menghasilkan langkah strategis dan operasional, mulai dari penguatan sistem deteksi dini, patroli terpadu, hingga edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar.
"Kami berharap dapat terjalin diskusi yang konstruktif untuk mengidentifikasi wilayah-wilayah yang menjadi titik rawan kebakaran, sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan secara lebih terarah dan tepat sasaran," katanya.
Baca Juga: BCA Expo 2026 Digelar, Ada Promo KPR Mulai 1,23 Persen
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








