Akurat Logo

Pencarian 5 Jurnalis Hilang Berlanjut: Selat Sunda Disisir 7 Sektor

Ayu Rachmaningtyas | 14 September 2026, 09:53 WIB
Pencarian 5 Jurnalis Hilang Berlanjut: Selat Sunda Disisir 7 Sektor
Tim SAR melakukan pencarian 5 jurnalis dan 3 awak kapal yang hilang di Selat Sunda.

AKURAT.CO Pencarian delapan orang yang hilang setelah speed boat mengalami putus kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, memasuki hari ketujuh, Senin (14/9/2026). Hingga kini, seluruh korban masih belum ditemukan.

Tim SAR gabungan memperluas cakupan operasi dengan membagi wilayah pencarian menjadi tujuh sektor. Penyisiran dilakukan menggunakan berbagai armada laut, dukungan udara, serta personel di darat.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan seluruh sumber daya yang tersedia terus dikerahkan untuk menemukan delapan korban.

“Memasuki hari ketujuh, kami terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada untuk mencari dan menemukan delapan korban yang masih hilang. Tim SAR Gabungan melaksanakan pencarian secara terkoordinasi dengan membagi wilayah operasi ke dalam beberapa sektor, serta melibatkan unsur laut, udara, dan darat,” ujar Al Amrad.

Operasi pencarian hari ketujuh dimulai pada pukul 07.00 WIB. Wilayah pencarian dibagi menjadi tujuh sektor dengan luasan berbeda.

Sektor X memiliki luas 831 NM², Sektor Z seluas 512 NM², Sektor V 1.182 NM², Sektor W 1.167 NM², Sektor U 481 NM², Sektor Y 413 NM², dan Sektor H menjadi wilayah terluas dengan cakupan 2.063 NM².

Penyisiran di wilayah laut melibatkan sejumlah kapal SAR, TNI, Polri, serta unsur pendukung lainnya.

Armada yang dikerahkan antara lain KN SAR Tetuka, KN SAR Basudewa, KN SAR Antasena, KRI Leuser, KRI Teluk Gilimanuk, KRI Lepu, KAL Anyer, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, dan RBB Pulau Peucang.

Sejumlah kapal patroli lainnya juga turut mendukung pencarian di berbagai sektor yang telah ditentukan.

Pencarian tidak hanya dilakukan dari laut. Tim SAR juga menggunakan dukungan udara untuk memperluas pengamatan terhadap area yang sulit dijangkau armada permukaan.

Satu unit helikopter HR 3604 dikerahkan dalam operasi tersebut. Basarnas juga menggunakan dua drone thermal untuk membantu pemantauan dari udara.

Sementara dari darat, operasi melibatkan personel dan sarana dari Basarnas, TNI, Polri, BNPB, BPBD, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, serta berbagai unsur potensi SAR lainnya.

Baca Juga: Maulid Nabi di PKS, AMY Ajak Masyarakat Hidupkan Semangat Al-Qur’an dan Teladani Rasulullah

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.