Akurat Logo

Satu Pendaki Hilang Erupsi Gunung Dukono Ditemukan Tewas Tertimbun Pasir Vulkanik

Herry Supriyatna | 9 Mei 2026, 19:51 WIB
Satu Pendaki Hilang Erupsi Gunung Dukono Ditemukan Tewas Tertimbun Pasir Vulkanik
Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban erupsi Gunung Api Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Sabtu (9/5/2026).

AKURAT.CO Tim Search and Rescue (SAR) gabungan berhasil menemukan satu korban erupsi Gunung Api Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Sabtu (9/5/2026).

Korban berinisial E yang merupakan warga negara Indonesia (WNI) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sekitar 50 meter dari bibir kawah.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan proses pencarian korban berlangsung cukup sulit lantaran area pencarian tertutup material pasir vulkanik dengan ketebalan yang bervariasi.

“Material pasir vulkanik menutupi area pencarian dan aktivitas Gunung Dukono masih fluktuatif sehingga menyulitkan proses penyisiran,” ujar Abdul Muhari dalam keterangannya, Sabtu (9/5/2026).

Menurutnya, operasi pencarian sempat dihentikan sementara pada pukul 14.30 WIT akibat hujan deras yang mengguyur kawasan gunung.

Seluruh personel SAR diminta berlindung hingga kondisi dinilai aman untuk kembali melakukan pencarian.

Setelah hujan mereda, tim kemudian melihat bagian tubuh korban yang mulai muncul dari timbunan pasir vulkanik.

Saat ditemukan, tubuh korban masih tertutup material vulkanik dan hanya terlihat dari bagian kaki hingga pinggang.

Baca Juga: Polri Gerebek Markas Judi Online Internasional di Hayam Wuruk, 321 WNA Diciduk dan 275 Jadi Tersangka

“Tim SAR kemudian melakukan evakuasi secara hati-hati sesuai prosedur keselamatan karena kondisi medan cukup berbahaya,” katanya.

Usai dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa menuju posko penanganan erupsi sebelum dirujuk ke RSUD Tobelo untuk penanganan lebih lanjut.

Dalam operasi lanjutan, tim SAR gabungan juga menemukan dua titik timbunan material pasir vulkanik yang berada sekitar tiga meter dari lokasi ditemukannya korban pertama.

Dua titik tersebut diduga menjadi lokasi dua korban lain yang hingga kini masih dinyatakan hilang.

Meski demikian, Abdul Muhari menegaskan tim memutuskan memprioritaskan evakuasi korban pertama terlebih dahulu dengan mempertimbangkan faktor keselamatan personel serta kondisi vulkanik Gunung Dukono yang masih tinggi.

“Menjelang sore hari kondisi cuaca mulai gelap dan aktivitas vulkanik masih cukup tinggi, sehingga operasi hari ini difokuskan pada evakuasi korban yang telah ditemukan,” jelasnya.

BNPB memastikan operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada Minggu (10/5/2026).

Tim SAR gabungan akan memusatkan penyisiran di dua titik timbunan material yang sebelumnya telah ditandai menggunakan koordinat GPS.

Abdul Muhari juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di kawasan rawan bencana Gunung Dukono dan tetap mematuhi rekomendasi dari otoritas vulkanologi demi keselamatan bersama.

Baca Juga: Letusan Gunung Dukono

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.