Transportasi Jakarta Jangkau 93 Persen Wilayah, Pramono Soroti Mobilitas 4 Juta Warga Aglomerasi

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyebut cakupan layanan transportasi publik di Jakarta kini telah mencapai 93 persen. Capaian itu penting, mengingat mobilitas harian warga tidak hanya berasal dari 11 juta penduduk Jakarta, tetapi juga sekitar 4 juta warga kawasan aglomerasi yang keluar-masuk Jakarta setiap hari.
Pramono mengatakan, jumlah penduduk kawasan aglomerasi yang terhubung dengan Jakarta mencapai sekitar 42 juta jiwa. Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap sistem transportasi yang terintegrasi dan terus diperbaiki semakin besar.
"Yang pertama, kita ketahui bahwa cakupan transportasi di Jakarta sekarang ini sudah 93 persen. Penduduk Jakarta sekitar 11 juta, tetapi kalau digabungkan dengan wilayah aglomerasi mencapai 42 juta," kata Pramono dalam acara puncak Hari Perhubungan Nasional Tingkat Provinsi Jakarta, di Jakarta Utara, Selasa (29/9/2026).
Baca Juga: Pramono: Transportasi Jakarta Lebih Baik dari New York
Menurut dia, sekitar 4 juta warga dari wilayah aglomerasi seperti Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi datang dan kembali ke Jakarta hampir setiap hari. Oleh karena itu, Pemprov Jakarta perlu memastikan pengaturan transportasi mampu mengikuti tingginya mobilitas kawasan metropolitan.
"Dan hampir setiap hari warga dari wilayah aglomerasi datang dan kembali ke Jakarta, kurang lebih 4 juta orang. Tentunya, untuk itu diperlukan pengaturan transportasi yang lebih baik," ujarnya.
Sejumlah moda telah menjadi bagian dari sistem transportasi Jakarta, mulai dari LRT, MRT, TransJakarta, TransJabodetabek, angkutan rel, Mikrotrans hingga layanan yang terintegrasi melalui JakLingko. Dia meminta Dinas Perhubungan Jakarta bersama pihak terkait, terus melakukan pembenahan terhadap sistem transportasi tersebut.
"Pengaturannya saya minta kepada Dinas Perhubungan dan juga pihak terkait untuk dilakukan perbaikan dari waktu ke waktu," katanya.
Baca Juga: Hari Jadi ke-216 Kota Bandung, Pemprov Jabar Dorong Penguatan Transportasi Publik Termasuk BRT
Pramono juga mengaitkan perkembangan transportasi dan tata kelola perkotaan dengan posisi Jakarta dalam pemeringkatan kota global yang disusun Oxford Economics. Posisi Jakarta yang sebelumnya berada di peringkat 250-an dari sekitar 1.000 kota, kini berada di peringkat 140.
"Ini menunjukkan bahwa ada perbaikan yang signifikan dalam berbagai aspek," ujar Pramono.
Di sisi lain, Pemprov Jakarta tengah menyiapkan perluasan penerima layanan transportasi gratis. Jumlah golongan penerima subsidi transportasi gratis akan bertambah dari 15 menjadi 21 golongan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







