Dishub DKI Evaluasi 10 Tahun Penerapan Ganjil Genap, Dampak Ekonomi Jadi Sorotan

AKURAT.CO Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengevaluasi penerapan kebijakan ganjil genap yang telah berjalan selama sekitar 10 tahun.
Evaluasi mencakup efektivitas kebijakan dalam mengurangi kemacetan lalu lintas hingga dampaknya terhadap aktivitas perekonomian di sejumlah kawasan.
Kepala Dishub DKI Jakarta, Budi Awaluddin, mengatakan, ganjil genap terbukti efektif mengurangi kepadatan lalu lintas. Namun, kebijakan tersebut juga memiliki dampak terhadap aktivitas ekonomi, sehingga perlu dikaji kembali.
"Memang ada antara perekonomian dan kemacetan. Dari sisi perekonomian menjadi kondisi yang terdampak terkait itu. Ada beberapa yang mati. Nah, ini juga akan kita lihat kembali nantinya," jelas Budi, di Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Menurutnya, evaluasi juga akan mencakup ruas jalan yang saat ini menerapkan ganjil genap. Pemerintah akan mengkaji apakah terdapat rute yang perlu disesuaikan berdasarkan kondisi lalu lintas dan aktivitas di kawasan tersebut.
Baca Juga: Pramono Anung: Perluasan Ganjil Genap di Jalan Tol Bukan Aturan Baru
Budi mengungkapkan bahwa permintaan relaksasi ganjil genap juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhitungkan. Pelonggaran aturan berpotensi meningkatkan kepadatan lalu lintas apabila tidak disertai kajian matang.
"Kalau minta relaksasi, pasti akan menjadi kemacetan juga. Nah, ini yang akan kita kaji lebih ulang, kita kaji lebih dalam nanti," ujarnya.
Meski evaluasi dilakukan, Budi memastikan belum ada perubahan terhadap penerapan ganjil genap pada tahun ini. Dishub DKI masih mengkaji pelaksanaan kebijakan tersebut sebagai bagian dari evaluasi 10 tahun.
Budi menilai ganjil genap masih efektif dalam mengendalikan kemacetan di Jakarta. Tanpa kebijakan tersebut, kepadatan lalu lintas berpotensi menjadi lebih tinggi.
"Kita melihat sangat efektif mengurangi kemacetan dan itu terus berlanjut," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








