Dishub Gelontorkan Rp120 Miliar Siapkan 'Sistem Cerdas' Atasi Macet di Jakarta

AKURAT.CO Dinas Perhubungan Jakarta mengalokasikan anggaran sebesar Rp120 miliar, untuk mengembangkan Intelligent Traffic Control System (ITCS), sistem kendali lalu lintas berbasis kecerdasan buatan untuk mengatasi kemacetan.
Kepala Dinas Perhubungan Jakarta, Syafrin Liputo, mengungkapkan kemacetan Jakarta selama ini disebabkan oleh sistem pengaturan lalu lintas yang statis dan tidak mampu menyesuaikan kondisi riil di lapangan.
"Dengan ITCS, pengaturan lalu lintas akan dilakukan secara real-time berbasis data aktual. Bahkan terintegrasi dengan penegakan hukum elektronik atau ETLE. Ini bukan sekadar teknologi, tapi revolusi lalu lintas Jakarta," ujar Syafrin kepada wartawan, Jumat (4/7/2025).
Baca Juga: Pramono Datangi Kantor Pelindo, Kerja Sama Atasi Kemacetan di Kawasan Pelabuhan Tanjung Priok
Proyek ambisius ini menargetkan pengembangan hingga 321 titik simpang di seluruh wilayah Jakarta, yang akan dipasangi teknologi ITCS. Sistem ini juga akan terhubung dengan Kawasan Rendah Emisi (KRE), dan sistem Pengendalian Lalu Lintas Secara Elektronik (PL2SE).
Tak hanya bertujuan mengurai macet, proyek ITCS diklaim sebagai pendorong perubahan budaya berkendara di Jakarta. "Kita ingin ciptakan budaya tertib, aman, dan lancar di jalan. Kalau sistemnya cerdas, manusianya juga harus tertib," kata Syafrin.
Lebih dari itu, pengembangan ITCS juga diharapkan memberikan efek berantai: dari peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak kendaraan, perbaikan kualitas udara, hingga memperkuat Jakarta sebagai kota berstandar global.
Dalam menjalankan sistem ini, Dishub menggandeng Polda Metro Jaya, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Kolaborasi ini penting untuk menindak pelanggaran lalu lintas, menjerat kendaraan yang belum bayar pajak, serta mengevaluasi kendaraan yang tidak lulus uji emisi.
Baca Juga: Tamu Kenegaraan hingga Banjir Bikin Macet Jakarta Makin Parah, Ini Solusi Pramono
Teknologi ITCS juga akan mengatur waktu lampu lalu lintas secara adaptif. Artinya, lampu merah tidak lagi asal ganti, melainkan menyesuaikan dengan kepadatan dan pola kendaraan di setiap persimpangan.
"Dengan sistem yang dinamis, arus lalu lintas akan lebih lancar. Kita targetkan mobilitas Jakarta menjadi lebih efisien, terkoneksi, dan modern," tandasnya.
Tak berhenti di instalasi awal, Dishub DKI juga berjanji melakukan evaluasi rutin untuk memastikan sistem ini benar-benar efektif, akuntabel, dan berdampak nyata terhadap kondisi lalu lintas Ibu Kota di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








