Ekonomi Jakarta Kuartal III-2026 Capai 5,52 Persen, Penduduk Miskin Turun Jadi 3,96 Persen

AKURAT.CO Pertumbuhan ekonomi Jakarta di kuartal III-2026 capai 5,52 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen. Jakarta juga berkontribusi sekitar 16,32 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengatakan pertumbuhan ekonomi Jakarta ditopang oleh peningkatan aktivitas usaha, mobilitas masyarakat, serta penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala nasional dan internasional.
"Dari indikasi yang ada, perekonomian Jakarta sekarang ini tumbuh dengan optimisme dan juga mobilitas masyarakat yang menguat," kata Pramono, saat memaparkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jakarta Tahun Anggaran 2026 di Balai Kota Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Baca Juga: Golkar Jakarta Barat Gelar Tasyakuran Doa Bersama, Santuni 62 Anak Yatim dan Dhuafa
Salah satu sektor yang menunjukkan perkembangan positif adalah konstruksi. Sektor tersebut terus mengalami pertumbuhan, setelah dalam tiga hingga empat tahun sebelumnya mencatat pertumbuhan relatif rendah.
Perkembangan itu mencerminkan meningkatnya aktivitas pembangunan dan optimisme pelaku ekonomi. Optimisme masyarakat juga terlihat dari indeks keyakinan konsumen Jakarta yang mencapai level 150 pada Agustus 2026.
Menurut Pramono, angka tersebut menunjukkan keyakinan masyarakat terhadap kondisi perekonomian ibu kota. "Kepercayaan publik juga meningkat, dan ini akan menjadi penopang utama untuk memudahkan pembangunan yang ada di Jakarta ini," ujarnya.
Selain itu, persentase penduduk miskin Jakarta turun menjadi 3,96 persen pada Maret 2026. Menurut dia, angka tersebut untuk pertama kalinya berada di bawah 4 persen.
"Bulan Maret kemarin baru pertama kali Jakarta itu persentase penduduk miskinnya di bawah 4 persen yaitu 3,96 persen," ujarnya.
Baca Juga: Enam Rute Transjakarta Dialihkan Terdampak Demo di Tugu Tani
Indikator ketenagakerjaan juga menunjukkan perbaikan. Tingkat pengangguran terbuka Jakarta tercatat 5,79 persen, sedangkan tingkat partisipasi angkatan kerja mencapai 66,05 persen atau meningkat 0,57 poin dibandingkan Februari 2026.
"Hampir semua indikator yang berkaitan dengan kemiskinan dan kesempatan kerja kita mengalami perbaikan yang cukup signifikan," ucapnya.
Untuk memperluas kesempatan kerja, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta menjalankan program pelatihan melalui Mobile Training Unit. Program tersebut mencakup berbagai keterampilan dan melibatkan kerja sama dengan sekitar 214 perusahaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 6Prediksi Skor Bayern vs Arsenal 22 Oktober 2026: Duel Produktivitas dan Pertahanan
- 7Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 8Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja






