Inflasi Jakarta Terkendali di 2,71 Persen, Pramono: Lebih Rendah Dibanding Inflasi Nasional

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyatakan tingkat inflasi Jakarta tetap terkendali di kuartal III-2026. Inflasi Jakarta berada pada kisaran 2,5-2,71 persen di September 2026, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,28 persen.
"Inflasi Jakarta ini bisa terjaga dengan baik. Yang pertama adalah bagaimana kita memonitor tentang keterjangkauan harga. Sehingga dengan demikian, masalah harga ini menjadi nomor satu," kata Pramono, saat memaparkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jakarta Tahun Anggaran 2026 di Balai Kota Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta terus menjaga stabilitas harga melalui pemantauan keterjangkauan harga, ketersediaan stok, kelancaran distribusi, dan komunikasi publik. Pihaknya juga memperkuat kesiapan pasokan pangan, termasuk melalui pengembangan penyediaan stok sapi yang dikelola BUMD Perumda Dharma Jaya.
Baca Juga: Ekonomi Jakarta Kuartal III-2026 Capai 5,52 Persen, Penduduk Miskin Turun Jadi 3,96 Persen
"Dharma Jaya yang dulu enggak pernah dipikirkan untuk mempunyai stok sapi, sekarang diizinkan, bahkan di Ciangir sekarang ini kita siapkan untuk mengembangkan itu," imbuhnya.
Pramono mengatakan, ketersediaan daging selama Idulfitri dan Iduladha membantu menekan tekanan inflasi dari komoditas tersebut. Namun, dia mengakui kenaikan harga cabai keriting dan beras masih menjadi perhatian pemerintah daerah.
Selain menjaga harga kebutuhan pokok, Pemerintah Jakarta mendorong aktivitas ekonomi melalui penyelenggaraan berbagai acara. Pramono menyebut Jakarta Fair mencatat nilai transaksi sekitar Rp 8,2 triliun dengan jumlah pengunjung 6,1 juta orang.
Baca Juga: Golkar Jakarta Barat Gelar Tasyakuran Doa Bersama, Santuni 62 Anak Yatim dan Dhuafa
Sementara itu, Festival Jakarta Great Sale membukukan nilai transaksi hampir Rp 26,8 triliun dengan melibatkan 104 pusat perbelanjaan. Adapun konser The Weeknd dan Pestapora dilaporkan memberikan kontribusi ekonomi sekitar Rp 250 miliar.
Pemerintah Jakarta akan terus memfasilitasi konser, festival, dan kegiatan olahraga karena dinilai memberikan dampak berantai terhadap perekonomian, mulai dari sektor perdagangan hingga jasa dan pariwisata.
"Jakarta sekarang ini menjadi episentrum event Indonesia. Jadi event-event atau acara-acara kegiatan-kegiatan di Jakarta sekarang ini kita fasilitasi," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 6Prediksi Skor Bayern vs Arsenal 22 Oktober 2026: Duel Produktivitas dan Pertahanan
- 7Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 8Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja






