Apakah Sholat Iduladha Wajib? Ini Hukum, Dalil, dan Penjelasan Lengkapnya

AKURAT.CO Banyak umat Muslim masih bertanya-tanya, apakah sholat Iduladha wajib dilakukan seperti sholat lima waktu? Pertanyaan ini selalu muncul menjelang Hari Raya Kurban, terutama ketika masjid dan lapangan mulai dipenuhi jamaah sejak pagi hari.
Ringkasan
Sholat Iduladha bukan sholat wajib, melainkan sunnah muakkad, yaitu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan.
Artinya:
Jika dikerjakan mendapat pahala besar.
Jika tidak dikerjakan tidak berdosa.
Namun, Rasulullah SAW sangat menganjurkan umat Islam untuk melaksanakannya secara berjamaah.
Sholat Iduladha dilaksanakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah pada pagi hari, biasanya di masjid atau lapangan terbuka sebelum penyembelihan hewan kurban dimulai.
Apa Hukum Sholat Iduladha dalam Islam?
Dalam Islam, hukum sholat dibagi menjadi dua kategori besar:
sholat wajib (fardhu),
dan sholat sunnah.
Sholat wajib sendiri terbagi lagi menjadi:
Fardhu ain, yaitu kewajiban pribadi yang tidak bisa diwakilkan, seperti sholat lima waktu dan sholat Jumat bagi laki-laki.
Fardhu kifayah, yaitu kewajiban kolektif seperti sholat jenazah.
Sementara itu, sholat sunnah merupakan ibadah tambahan yang dianjurkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satu yang paling dianjurkan adalah sholat hari raya, termasuk sholat Iduladha.
Dikutip dari Buku Ajar Studi Fiqih karya Aldila Septiana dan Firman Setiawan, hukum sholat Iduladha adalah sunnah muakkad. Status ini sama seperti sholat Idulfitri.
Artinya, meski tidak wajib, ibadah ini memiliki kedudukan sangat penting dalam syiar Islam.
Dalil tentang Sholat Iduladha
Salah satu dalil yang sering dijadikan dasar pelaksanaan sholat Iduladha terdapat dalam Surah Al-Kautsar ayat 2:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
Latin:
Fa shalli lirabbika wanhar.
Artinya:
“Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.”
Ayat tersebut menjadi dasar kuat bahwa sholat Iduladha memiliki hubungan erat dengan ibadah kurban.
Selain itu, Islam juga menempatkan sholat sebagai ibadah utama yang menjadi pondasi kehidupan seorang Muslim. Allah SWT berfirman dalam QS An-Nisa ayat 103:
فَاِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلٰوةَ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِكُمْ ۚ فَاِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ ۚ اِنَّ الصَّلٰوةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتٰبًا مَّوْقُوْتًا - ١٠٣
Latin:
Fa iżā qaḍaitumuṣ-ṣalāta fażkurullāha qiyāmaw wa qu‘ūdaw wa ‘alā junụbikum, fa iżāṭma
nantum fa aqīmuṣ-ṣalāh, innash-ṣalāta kānat ‘alal-muminīna kitābam mauqụtā.
Artinya:
“Selanjutnya, apabila kamu telah menyelesaikan sholat(mu), ingatlah Allah ketika kamu berdiri, pada waktu duduk dan ketika berbaring. Kemudian, apabila kamu telah merasa aman, maka laksanakanlah sholat itu (sebagaimana biasa). Sungguh, sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS An-Nisa: 103)
Ayat ini memang berbicara tentang kewajiban sholat secara umum, tetapi sekaligus menunjukkan betapa pentingnya ibadah sholat dalam kehidupan Muslim.
Baca Juga: Kenapa Daging Kurban Sebaiknya Tidak Dicuci Sebelum Masuk Freezer? Ini Faktanya
Baca Juga: Dipercaya Presiden Prabowo hingga Letkol Teddy, Irfan Hakim Kebanjiran Titipan Hewan Kurban Raksasa
Kenapa Banyak Orang Mengira Sholat Iduladha Wajib?
Ini fenomena menarik yang sering terjadi di masyarakat Indonesia.
Secara fiqih, sholat Iduladha memang sunnah muakkad. Namun dalam praktik sosial, ibadah ini sering terasa seperti “wajib budaya”.
Mengapa?
1. Momentum Hari Raya Sangat Besar
Sholat Iduladha bukan ibadah harian biasa. Pelaksanaannya hanya setahun sekali dan menjadi bagian utama perayaan hari raya umat Islam.
Akibatnya, masyarakat memberi perhatian besar terhadap pelaksanaan sholat ied.
2. Tekanan Sosial di Lingkungan
Di banyak daerah, terutama kawasan perkampungan, orang yang tidak ikut sholat Iduladha sering ditanya tetangga atau keluarga.
Bahkan, ada yang langsung dianggap malas beribadah, padahal belum tentu demikian.
Fenomena ini membuat sebagian orang mengira hukumnya wajib karena “semua orang melakukannya”.
3. Tradisi Keluarga Sejak Kecil
Banyak anak di Indonesia sudah diajak orang tua ke lapangan sejak usia dini untuk mengikuti sholat Iduladha.
Tradisi ini sangat baik karena membangun kedekatan spiritual keluarga. Namun di sisi lain, sebagian orang tumbuh tanpa benar-benar memahami status hukumnya.
Apa Bedanya Sunnah Muakkad dan Wajib?
Perbedaan ini penting dipahami agar umat Islam tidak mudah salah menyimpulkan hukum ibadah.
Sholat Wajib
Harus dikerjakan.
Meninggalkan tanpa alasan berdosa.
Contoh: sholat lima waktu.
Sunnah Muakkad
Sangat dianjurkan.
Rasulullah SAW rutin melaksanakannya.
Tidak berdosa jika ditinggalkan.
Tetap memiliki pahala besar bila dilakukan.
Dalam praktiknya, sunnah muakkad sering menjadi ukuran semangat ibadah seorang Muslim.
Karena itu, meski tidak wajib, banyak ulama tetap menganjurkan umat Islam untuk tidak meninggalkan sholat Iduladha tanpa alasan yang jelas.
Baca Juga: Ganjil Genap di Jakarta Ditiadakan Saat Libur Iduladha
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi RI Tertinggi Sejak 2023, Ekonom: Terbantu Idulfitri dan Iduladha
Kapan Waktu Sholat Iduladha Dilaksanakan?
Menurut kesepakatan ulama, waktu sholat Iduladha dimulai setelah matahari terbit hingga sebelum zawal atau masuk waktu Zuhur.
Biasanya, pelaksanaan dilakukan setelah matahari naik setinggi tombak.
Di Indonesia, sholat Iduladha umumnya dilaksanakan sekitar pukul 06.00–07.00 pagi, tergantung wilayah masing-masing.
Pelaksanaannya lebih dianjurkan secara berjamaah di:
masjid,
lapangan terbuka,
atau tempat ibadah umum lainnya.
Apa Saja Syarat Sholat Iduladha?
Syarat sholat Iduladha pada dasarnya sama seperti syarat sholat lainnya.
Dikutip dari Kitab Minhajul Muslim karya Syaikh Abu Bakar Jabar Al-Jazairi, syarat wajib sholat meliputi:
Beragama Islam.
Berakal sehat.
Sudah baligh.
Sudah masuk waktu sholat.
Suci dari haid dan nifas.
Sholat Iduladha terdiri dari dua rakaat dengan tambahan takbir pada rakaat pertama dan kedua.
Bolehkah Sholat Iduladha Dilakukan di Rumah?
Boleh.
Situasi pandemi beberapa tahun lalu membuat banyak ulama memperbolehkan pelaksanaan sholat Iduladha di rumah, baik berjamaah bersama keluarga maupun sendiri.
Hal ini menunjukkan bahwa Islam memiliki fleksibilitas dalam kondisi tertentu tanpa menghilangkan esensi ibadah.
Namun dalam kondisi normal, pelaksanaan berjamaah di masjid atau lapangan tetap lebih utama karena menjadi bagian dari syiar Islam.
Baca Juga: Kunker ke Prancis, Prabowo Tak Rayakan Iduladha di Indonesia
Baca Juga: Ganjil Genap di Jakarta Ditiadakan Saat Libur Iduladha
Kenapa Memahami Hukum Ibadah Itu Penting?
Di era media sosial, banyak orang mengambil kesimpulan agama hanya dari potongan video pendek atau caption singkat.
Akibatnya, muncul dua masalah:
menganggap ibadah sunnah sebagai wajib,
atau justru meremehkan ibadah sunnah penting.
Padahal, memahami tingkatan hukum ibadah membantu umat Islam menjalankan agama dengan lebih tenang dan proporsional.
Sholat Iduladha adalah contoh nyata.
Ia memang tidak wajib, tetapi memiliki nilai spiritual, sosial, dan simbolik yang sangat besar dalam kehidupan Muslim.
Karena itu, banyak ulama menilai meninggalkan sholat Iduladha terus-menerus tanpa alasan bukan sikap yang baik, meski tidak sampai berdosa seperti meninggalkan sholat fardhu.
Realita di Lapangan: Sholat Ied Lebih Ramai daripada Sholat Subuh
Ada paradoks menarik yang sering dibahas para dai dan pengamat sosial keagamaan.
Lapangan bisa penuh sesak saat sholat Iduladha, tetapi shaf subuh di hari biasa justru sering longgar.
Fenomena ini menunjukkan bahwa:
momentum sosial sangat memengaruhi perilaku ibadah,
tradisi kolektif memiliki kekuatan besar,
dan simbol hari raya mampu menggerakkan massa lebih luas.
Ini bukan kritik semata, melainkan pengingat bahwa pemahaman agama perlu dibangun secara berkelanjutan, bukan hanya musiman.
Penutup
Jadi, apakah sholat Iduladha wajib?
Jawabannya adalah tidak wajib, melainkan sunnah muakkad atau sunnah yang sangat dianjurkan. Meski demikian, ibadah ini memiliki kedudukan penting dalam Islam dan menjadi bagian besar dari syiar Hari Raya Kurban.
Memahami perbedaan antara wajib dan sunnah membantu umat Islam menjalankan ibadah dengan pemahaman yang lebih utuh, bukan sekadar ikut tradisi atau tekanan sosial.
Di tengah derasnya informasi agama di internet dan media sosial, penting bagi masyarakat untuk merujuk pada sumber terpercaya agar tidak keliru memahami hukum ibadah.
Pantau terus informasi seputar fiqih dan ibadah agar tidak salah memahami ajaran Islam di era digital seperti sekarang.
Baca Juga: Besok Iduladha Tahun Berapa Hijriah? Cek Tanggal Resmi Kemenag dan Muhammadiyah
Baca Juga: Masjid Al-Ikhlas PIK dan Al-Khairiyah PIK2 Siap Gelar Salat Iduladha 1447 H
FAQ
Apakah berdosa jika tidak sholat Iduladha?
Tidak sholat Iduladha tidak membuat seseorang berdosa karena hukum sholat Iduladha adalah sunnah muakkad, bukan wajib. Namun, para ulama tetap menganjurkan umat Islam untuk melaksanakannya karena ibadah ini memiliki pahala besar dan menjadi bagian penting dari syiar Islam. Selain itu, sholat Iduladha juga menjadi momentum mempererat hubungan sosial dan spiritual di hari raya.
Sholat Iduladha wajib atau sunnah menurut ulama?
Mayoritas ulama menyebut hukum sholat Iduladha sebagai sunnah muakkad atau sunnah yang sangat dianjurkan. Pendapat ini didasarkan pada hadis dan praktik Rasulullah SAW yang rutin melaksanakan sholat ied bersama para sahabat. Meski tidak wajib seperti sholat lima waktu, ibadah ini tetap memiliki kedudukan penting dalam kehidupan umat Muslim.
Apa dalil tentang sholat Iduladha?
Dalil sholat Iduladha salah satunya terdapat dalam Surah Al-Kautsar ayat 2:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
Fa shalli lirabbika wanhar
yang berarti “Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” Ayat tersebut menjadi dasar anjuran melaksanakan sholat Iduladha dan ibadah kurban pada 10 Dzulhijjah. Selain itu, banyak hadis yang menunjukkan Rasulullah SAW rutin melaksanakan sholat hari raya secara berjamaah.
Bolehkah sholat Iduladha dilakukan sendiri di rumah?
Sholat Iduladha boleh dilakukan di rumah, baik sendiri maupun berjamaah bersama keluarga, terutama jika ada kondisi tertentu seperti sakit, cuaca ekstrem, atau situasi darurat. Namun dalam kondisi normal, para ulama lebih menganjurkan pelaksanaan sholat Iduladha di masjid atau lapangan karena menjadi bagian dari syiar dan kebersamaan umat Islam.
Kapan waktu pelaksanaan sholat Iduladha?
Waktu sholat Iduladha dimulai setelah matahari terbit hingga sebelum masuk waktu Zuhur atau zawal. Di Indonesia, sholat ied biasanya dilaksanakan sekitar pukul 06.00 sampai 07.00 pagi. Pelaksanaan yang lebih awal dibanding Idulfitri juga berkaitan dengan sunnah penyembelihan hewan kurban yang dilakukan setelah sholat selesai.
Apa perbedaan sholat wajib dan sholat sunnah?
Sholat wajib adalah ibadah yang harus dikerjakan dan berdosa jika ditinggalkan tanpa alasan syar’i, seperti sholat lima waktu. Sedangkan sholat sunnah merupakan ibadah tambahan yang dianjurkan untuk menambah pahala dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sholat Iduladha termasuk sunnah muakkad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan karena rutin dilakukan Rasulullah SAW.
Apa saja syarat sholat Iduladha?
Syarat sholat Iduladha pada dasarnya sama seperti syarat sholat lainnya, yaitu beragama Islam, berakal sehat, sudah baligh, masuk waktu sholat, serta suci dari haid dan nifas bagi perempuan. Sholat Iduladha dilakukan dua rakaat dengan tambahan takbir pada rakaat pertama dan kedua, lalu dilanjutkan khutbah setelah sholat selesai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







