Akurat Logo

Di Usia Berapa Anak Sebaiknya Diajarkan Salat Jumat di Masjid? Ini Penjelasannya

Redaksi Akurat | 24 Oktober 2026, 19:52 WIB
Di Usia Berapa Anak Sebaiknya Diajarkan Salat Jumat di Masjid? Ini Penjelasannya
Di Usia Berapa Anak Sebaiknya Diajarkan Salat Jumat di Masjid? Ini Penjelasannya

AKURAT.CO Momen saat kita mengajarkan anak beribadah sejak dini menjadi salah satu tanggung jawab orang tua dalam pendidikan agama. Salah satu kebiasaan yang dapat mulai diperkenalkan adalah mengikuti salat Jumat berjemaah di masjid.

Namun, banyak orang tua mungkin bertanya-tanya, di usia berapa anak sebaiknya mulai diajak salat Jumat? Apakah harus menunggu anak berusia tujuh tahun, atau boleh dimulai ketika mereka masih balita?

Dalam Islam, tidak ada batas usia mutlak yang secara khusus ditetapkan untuk pertama kali membawa anak mengikuti salat Jumat. Meski demikian, hadis Nabi Muhammad SAW memberikan pedoman mengenai usia anak mulai diajarkan dan dibiasakan melaksanakan salat.

Baca Juga: 5 Cara Mengenalkan Tauhid dan Kebiasaan Salat pada Anak Usia Balita

Usia Berapa Anak Sebaiknya Diajarkan Salat Jumat?

Anak dapat diperkenalkan dengan ibadah salat sejak usia dini. Sementara itu, usia tujuh tahun menjadi salah satu patokan penting untuk mulai membiasakan anak melaksanakan salat secara lebih teratur.

Pedoman tersebut merujuk pada hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud. Rasulullah SAW bersabda:

“Perintahkan anak-anak kalian untuk melaksanakan salat saat mereka berusia tujuh tahun.” (HR. Abu Dawud).

Hadis tersebut menjadi dasar pendidikan salat bagi anak sebelum memasuki usia balig. Orang tua dianjurkan untuk mengajarkan gerakan, bacaan, serta tata cara salat agar anak terbiasa menjalankan ibadah ketika dewasa.

NU Online dalam artikel berjudul Ajak Anak Shalat Jumat, Memang Boleh? juga menjelaskan bahwa orang tua sepatutnya mulai mengajak anak mengikuti salat Jumat, terutama ketika mereka sudah berusia tujuh tahun.

Meski demikian, pengenalan tidak harus menunggu anak berusia tujuh tahun. Orang tua dapat mengajak anak mengenal masjid dan melihat pelaksanaan salat berjemaah sejak usia lebih muda, selama kondisi anak memungkinkan dan tetap mendapatkan pendampingan.

Dengan demikian, usia tujuh tahun lebih tepat dipahami sebagai patokan pendidikan dan pembiasaan salat, bukan batas minimum untuk pertama kali memasuki masjid atau mengikuti salat Jumat.

Apakah Anak Balita Boleh Diajak Salat Jumat?

Anak balita boleh diperkenalkan dengan suasana masjid dan kegiatan ibadah. Namun, orang tua perlu mempertimbangkan kesiapan anak sebelum mengajaknya mengikuti salat Jumat secara langsung.

Anak yang masih kecil umumnya belum mampu memahami seluruh aturan di masjid. Mereka mungkin masih aktif bergerak, berbicara, atau membutuhkan perhatian lebih selama khutbah dan salat berlangsung.

Dalam pembahasan fikih yang dikutip NU Online, anak-anak dibedakan berdasarkan kemampuan memahami aturan dan membedakan perilaku yang baik dengan yang buruk. Anak yang sudah mampu memahami aturan akan lebih mudah diarahkan ketika berada di masjid.

Karena itu, orang tua sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan usia, tetapi juga kemampuan anak mengikuti arahan. Apabila anak masih kesulitan duduk dengan tenang, orang tua dapat mulai mengenalkannya melalui kegiatan salat berjemaah yang lebih singkat atau latihan beribadah bersama keluarga.

Ketika anak mulai memahami aturan, orang tua dapat mengajaknya mengikuti salat Jumat secara bertahap. Pendekatan ini membantu anak mengenal masjid sebagai tempat beribadah sekaligus belajar menghormati orang lain.

Apakah Anak yang Belum Balig Wajib Salat Jumat?

Anak laki-laki yang belum balig tidak dibebani kewajiban salat Jumat sebagaimana laki-laki Muslim dewasa yang telah memenuhi syarat wajibnya.

Majelis Ulama Indonesia (MUI), dalam pembahasan mengenai hukum salat Jumat, mengutip hadis yang menjelaskan bahwa kewajiban tersebut tidak berlaku bagi anak yang belum balig.

Artinya, mengajak anak mengikuti salat Jumat sebelum balig merupakan bagian dari pendidikan dan pembiasaan ibadah, bukan karena anak sudah memiliki kewajiban yang sama dengan orang dewasa.

Ketika anak telah balig dan memenuhi syarat wajib salat Jumat lainnya, kewajiban tersebut berlaku sesuai ketentuan fikih.

Oleh sebab itu, orang tua perlu membedakan antara mengajarkan salat sejak usia dini dan kewajiban menjalankan salat Jumat setelah memenuhi persyaratan agama.

Baca Juga: Cara Melaksanakan Salat Istisqa, Dilakukan saat Kekeringan Air

Cara Mengajarkan Anak Salat Jumat di Masjid

Agar anak terbiasa mengikuti salat Jumat, orang tua dapat melakukan beberapa langkah berikut.

1. Kenalkan salat sejak usia dini

Orang tua dapat mulai mengenalkan gerakan salat, bacaan sederhana, dan kebiasaan beribadah di rumah. Anak juga dapat diajak melihat kegiatan salat berjemaah agar terbiasa dengan suasana ibadah.

Pengenalan sejak dini sebaiknya dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangan anak.

2. Ajarkan tata tertib masjid

Sebelum membawa anak ke masjid, jelaskan bahwa masjid merupakan tempat untuk beribadah. Anak perlu belajar berbicara dengan suara pelan, tidak berlari di antara jemaah, serta tidak mengganggu orang yang sedang salat atau mendengarkan khutbah.

Penjelasan dapat diberikan menggunakan bahasa sederhana agar mudah dipahami.

3. Dampingi anak selama ibadah

Anak yang belum terbiasa mengikuti salat Jumat sebaiknya tetap berada dalam pengawasan orang tua. Pendampingan membantu orang tua mengarahkan perilaku anak dan segera menanganinya apabila anak mulai merasa tidak nyaman atau mengganggu jemaah lain.

Orang tua juga perlu memilih posisi yang memungkinkan anak tetap berada dalam pengawasan tanpa menghalangi akses jemaah.

4. Berikan contoh secara langsung

Anak cenderung belajar melalui kebiasaan yang mereka lihat setiap hari. Karena itu, orang tua dapat menunjukkan contoh dengan datang ke masjid tepat waktu, menjaga ketenangan, dan mengikuti rangkaian salat Jumat dengan tertib.

Keteladanan tersebut dapat membantu anak memahami bahwa beribadah bukan sekadar menjalankan gerakan salat, tetapi juga menghormati orang lain.

5. Jangan memaksakan anak

Setiap anak memiliki perkembangan dan tingkat kesiapan yang berbeda. Apabila anak belum mampu mengikuti seluruh rangkaian salat Jumat dengan tenang, orang tua dapat memperkenalkannya secara bertahap.

Berikan apresiasi ketika anak berusaha mengikuti aturan. Hindari menjadikan pengalaman pertama di masjid sebagai sesuatu yang menakutkan, karena tujuan pendidikan sejak dini adalah menumbuhkan pemahaman dan kebiasaan beribadah.

Anak sebaiknya mulai dikenalkan dengan salat sejak usia dini, sedangkan usia tujuh tahun menjadi patokan penting untuk mulai membiasakan mereka menjalankan ibadah salat secara teratur, sebagaimana dijelaskan dalam hadis riwayat Abu Dawud.

Anak juga dapat diajak mengikuti salat Jumat di masjid sebelum usia tersebut, dengan mempertimbangkan kesiapan, perilaku, dan kebutuhan pendampingannya. Tidak ada ketentuan usia minimum yang mutlak untuk pertama kali mengajak anak mengikuti salat Jumat.

Perlu diingat, anak yang belum balig belum dibebani kewajiban salat Jumat sebagaimana laki-laki muslim dewasa yang memenuhi syarat. Karena itu, orang tua sebaiknya menjadikan kegiatan tersebut sebagai sarana pendidikan agama, pembiasaan ibadah, dan pengenalan adab di masjid.

Taqiyuddin Abdurrahman Leboe (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R