Kebohongan Israel Terungkap, Akal Bulus Untuk Bombardir Gaza

AKURAT.CO Sejak serangan pertama kali Israel ke Jalur Gaza pada 7 Oktober lalu, negara tersebut dianggap telah banyak menyebarkan kebohongan dan informasi yang salah hanya untuk membenarkan genosida yang dilakukan.
Baca Juga: Puluhan Ribu Orang Lakukan Demonstrasi Bela Israel Di Ibukota Amerika Serikat
Israel juga dianggap menggalang simpati global dengan menyebut mereka sebagai korban atas serangan militan Palestina, Hamas.
Yang paling mengkhawatirkan yakni klaim Israel untuk membenarkan serangannya terhadap rumah sakit di Gaza, yang merupakan tempat berlindung bagi para pengungsi Palestina.
Pimpinan Israel, Benjamin Netanyahu juga berupaya membingkai perjuangan perlawanan Palestina sebagai aksi teroris.
Dikutip dari Aljazeera, berikut ini kebohongan Israel mengenai serangan rumah sakit di Jalur Gaza di Palestina.
Israel Membenarkan Serangannya terhadap Rumah Sakit
Israel mengajukan klaim yang mencoba untuk membenarkan serangan terhadap rumah sakit di Gaza, khususnya Rumah Sakit Rantisi dan serangan yang berlangsung terhadap Rumah Sakit Al-Shifa, fasilitas medis terbesar di Gaza.
Termasuk dugaan Israel akan adanya infrastruktur Hamas, termasuk terowongan, di dekat Rumah Sakit Rantisi.
Baca Juga: Update Korban Tewas Di Palestina Akibat Serangan Israel, 11.470 Tewas Dan 29.800 Luka-luka
Namun, klaim tersebut dibantah keras oleh Hamas, pejabat kesehatan Palestina, tokoh masyarakat, dan LSM.
Bukti video menunjukkan bahwa terowongan bawah tanah yang dimaksud sebenarnya adalah sumur untuk kabel listrik dan internet yang melayani kawasan perumahan di sekitar rumah sakit.
Israel lebih lanjut mengklaim bahwa ruang bawah tanah Rumah Sakit Rantisi adalah area operasional Hamas.
Namun, pejabat kesehatan menunjukkan bahwa ruang bawah tanah adalah bagian standar dari fasilitas yang berfungsi sebagai ruang penyimpanan obat-obatan dan area administrasi untuk rumah sakit.
Selain itu, Israel mengklaim dapur dan kamar mandi yang ditemukan di ruang bawah tanah dengan menyindir Hamas menyandera korban di sana.
Hamas lantas membantah tuduhan tersebut, dengan alasan bahwa fasilitas di area yang diperuntukkan bagi staf dan administrasi rumah sakit adalah hal yang normal.
Baca Juga: MUI Tegaskan Tidak Berkompeten Merilis Produk Israel Dan Yang Terafiliasi Dengan Zionis
Tentara Israel juga melaporkan menemukan kertas di dinding ruang bawah tanah yang berisi nama-nama anggota Hamas. Namun, rekaman video yang beredar hanya menujukkan hari-hari dalam seminggu, yang ditulis dalam bahasa Arab.
Dalam sebuah pernyataan, Hamas menjelaskan bahwa itu hanyalah hari-hari dalam seminggu, yang digunakan oleh warga sipil yang berlindung di rumah sakit untuk menandai hari-hari agresi Israel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






