WHO: Situasi di Gaza Semakin Memburuk dari Waktu ke Waktu

AKURAT.CO Pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Richard Peeperkorn, mengatakan bahwa situasi semakin memburuk dari jam ke jam seiring dengan meningkatnya pengeboman Israel di bagian selatan Kota Khan Younis dan Rafah, Jalur Gaza, Palestina.
"Situasi semakin memburuk dari jam ke jam. Ada pengeboman yang semakin intensif di sekitar, termasuk di sini di daerah selatan, Khan Younis dan bahkan di Rafah," kata Richard Peeperkorn, perwakilan WHO di Gaza, dikutip Rabu (6/12/2023).
Peeperkorn mengatakan bahwa bantuan kemanusiaan yang sampai ke Gaza terlalu sedikit. Ia merasa sangat prihatin dengan kerentanan sistem kesehatan di sana karena semakin banyaknya orang yang pindah ke selatan untuk menghindari pemboman Israel.
"Kita akan menyaksikan pola yang sama dengan apa yang terjadi di utara," katanya, mengacu pada daerah Gaza utara yang dibom berat dan hampir terputus dari pasokan kemanusiaan.
"Hal itu tidak boleh terjadi. Saya ingin menegaskan hal ini dengan sangat jelas bahwa kita sedang menghadapi bencana kemanusiaan yang semakin meningkat," ungkapnya.
Thomas White, Direktur Urusan di badan PBB untuk Palestina di Gaza, mengatakan bahwa lebih dari 600.000 penduduk telah diperintahkan pindah untuk menghindari pemboman.
"Rafah yang biasanya memiliki populasi 280 ribu jiwa dan telah menampung sekitar 470 ribu pengungsi tidak akan mampu menampung dua kali lipat populasi pengungsi," tulis White di platform media sosial X.
Tidak hanya itu, James Elder, juru bicara badan PBB untuk anak-anak, UNICEF, mengatakan bahwa daerah-daerah di Gaza yang ditetapkan sebagai zona aman oleh Israel sama sekali tidak memenuhi persyaratan dasar.
Elder memperingatkan bahwa ketiadaan sanitasi dan tempat berlindung telah menciptakan badai yang sempurna untuk wabah penyakit.
Baca Juga: Israel Minta Warga Palestina untuk Mengungsi, Namun Apakah Ada Tempat yang Aman di Gaza?
"Ini adalah zona aman ketika Anda dapat menjamin kondisi makanan, air, obat-obatan dan tempat tinggal," katanya kepada wartawan melalui tautan video dari Kairo setelah mengunjungi Gaza.
"Saya telah melihat sendiri bahwa hal tersebut sama sekali tidak ada. Ini adalah petak-petak kecil tanah tandus atau sudut-sudut jalan, trotoar dan bangunan-bangunan setengah jadi. Tidak ada air," ungkap Elder.
Dia menambahkan hanya gencatan senjata yang akan menyelamatkan anak-anak Gaza saat ini. Menyebut pendekatan Israel dalam menciptakan zona-zona itu tidak berperasaan dan kejam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








