AKURAT.CO Meningkatnya esklasi di Laut Merah tak harus membuat Indonesia menjadi penonton. Indonesia sebagai anggota Dewan International Maritime Organization (IMO) dalam kategori C periode 2024-2025, bisa berkontribusi mengatasi konflik sekaligus memperkecil dampak pada jalur pelayaran internasional.
Pengamat maritim dari Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas Strategic Center, Marcellus Hakeng Jayawibawa, mengatakan Indonesia harus menyampaikan sikap pada forum internasional karena turut menjadi korban dari memanasnya Laut Merah.
“Indonesia harus memanfaatkan posisinya di Dewan IMO untuk mendukung jalur pelayaran internasional yang bebas dari segala macam gangguan, sehingga tidak mengganggu pula rantai pasok pangan dan energi dunia," kata Hakeng, di Jakarta, Jumat (12/1/2024).
Baca Juga: Pengamat Kritisi Serangan Houthi di Laut Merah dan Dampaknya ke Perdagangan Internasional
Memanasnya Laut Merah tak lepas dari agresi Israel ke Gaza yang berlangsung sejak 7 Oktober 2023. Kelompok Houthi dari Yaman melakukan serangan kepada kapal-kapal Israel di Laut Merah, yang direspons oleh AS.
Lebih dari 20 drone dan rudal diluncurkan Houthi ke Laut Merah, dan berhasil ditembak jatuh kapal perusak Inggris, HMS Diamond, dan kapal perang AS. Perang di Laut Merah turut membawa dampak domino kepada pelayaran internasional yang dibuktikan dari menurunnya pelayaran dari Terusan Suez.
Menurut Marcell, banyak perusahaan pelayaran komersil mengalihkan operasi dengan menjauhi Laut Merah yang terblokade, dengan rute semakin jauh melalui Tanjung Harapan di Selatan Afrika. Imbasnya biaya pelayaran meningkat hingga 60 persen.
Baca Juga: AS dan Inggris Serang Balik Yaman Buntut Blokade di Laut Merah
"Rute pelayaran yang semakin jauh akan mempengaruhi biaya angkutan logistik, Dimana Eropa dan Negara-Negara di Mediterania akan menanggung dampak paling parah. Begitu juga dengan perdagangan ke Asia akan merasakan imbasnya," tuturnya.
Pengalihan rute kapal, memengaruhi harga minyak dan gas internasional. Misalnya harga minyak mentah berjangka Brent pada akhir Desember 2023 naik 92 sen, atau 1,2 persen, menjadi 80,31 dolar AS per barel pada 1445 GMT. "Pasokan barang pangan juga ikut terpengaruh akibat konflik di Laut Merah tersebut,” ujarnya.
Indonesia, kata Marcell, sudah pasti menanggung dampak karena terpengaruh kenaikan harga minyak dan gas. Buntutnya, harga-harga sembako bisa mengalami penaikan.
Baca Juga: S&P Global Market Intelligence Sebut Serangan Houthi di Laut Merah Bikin Macet Perdagangan 6 Ribu Produk
Berkaca pada situasi itu, Marcell meminta pemerintah tidak diam, dan turut berperan aktif mengatasi konflik di Laut Merah.
“Indonesia dapat memberi pandangan dan kepentingan maritimnya di pentas Internasional. Dengan demikian, prestasi ini tidak hanya berdampak positif pada citra Indonesia di mata dunia, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat konkret bagi masyarakat dan kelautan global," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








