AS Bentuk Skuadron Drone Serangan Pertama di Timur Tengah

AKURAT.CO Militer Amerika Serikat membentuk skuadron drone serangan satu arah pertama di Timur Tengah sebagai respons terhadap serangan drone Iran dan kelompok proksinya selama dua tahun terakhir. Drone yang digunakan disebut mengadopsi desain dan teknologi dari drone buatan Iran.
Skuadron baru tersebut berada di bawah komando Task Force Scorpion Strike, satuan yang dibentuk Komando Pusat AS (CENTCOM) beberapa bulan lalu. Drone yang dipakai adalah Low-cost Unmanned Combat Attack System (LUCAS), yang dikembangkan setelah para insinyur AS melakukan reverse engineering pada drone Shahed buatan Iran yang pernah disita.
Drone Shahed diketahui juga digunakan Rusia dalam serangan ke Ukraina.
Dalam pernyataan resmi pada Rabu, CENTCOM menyebut drone LUCAS memiliki jangkauan jauh dan mampu beroperasi secara otonom. Sistem peluncurannya dapat menggunakan katapel, roket bantu, hingga peluncur bergerak di kendaraan.
Belum ada informasi resmi mengenai lokasi markas skuadron tersebut di Timur Tengah. Namun, langkah ini disebut bagian dari percepatan pengembangan kemampuan drone militer AS, seiring meningkatnya penggunaan drone dalam konflik di Timur Tengah dan Ukraina.
Serangan drone Iran dan kelompok proksinya meningkat setelah serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023. Beberapa pangkalan AS di kawasan itu menjadi sasaran, termasuk serangan di Yordania yang menewaskan tiga personel militer AS.
Selain itu, kelompok Houthi yang didukung Iran melancarkan serangan drone dan rudal ke kapal dagang di Laut Merah. Pada 2024, Iran juga meluncurkan sekitar 170 drone dan lebih dari 120 rudal balistik ke Israel. Sebagian besar berhasil ditembak jatuh. Pasukan AS menembak jatuh 70 drone dan tiga rudal balistik dalam serangan tersebut, dan dua personel Angkatan Udara menerima Silver Star.
Seorang pejabat pertahanan AS mengatakan penggunaan sistem senjata presisi yang mahal selama ini membuat AS kurang kompetitif menghadapi drone murah buatan Iran. Namun, ia mengatakan strategi tersebut kini mulai berubah.
Pejabat itu tidak merinci jumlah drone yang tersedia di skuadron baru, namun memastikan jumlahnya “banyak” dan akan terus bertambah. Harga satu unit drone LUCAS sekitar US$35.000, jauh lebih murah dibanding sistem persenjataan AS pada umumnya.
Pengembangan drone tersebut melibatkan sejumlah perusahaan AS dan dipimpin oleh Task Force Scorpion Strike. Unit tersebut terdiri dari hampir dua lusin personel di bawah Komando Operasi Khusus – Central.
“Task force ini menjadi fondasi penggunaan inovasi sebagai bentuk pencegahan,” kata Komandan CENTCOM, Laksamana Brad Cooper.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







