Targetkan Drone Milik Korut, Korea Selatan Siap Gunakan Senjata Laser StarWars!

AKURAT.CO Korea Selatan akan mengerahkan senjata laser untuk menembak jatuh pesawat tak berawak Korea Utara tahun ini.
Keputusan tersebut menjadikan Korea Selatan negara pertama di dunia yang mengerahkan dan mengoperasikan senjata semacam itu di militer.
Dilansir dari Reuters, Korea Selatan menyebut program lasernya sebagai 'Proyek StarWars'.
Baca Juga: Israel Sebut Bantuan Tertunda di Gaza, PBB: Kami Lakukan Apa yang Kami Bisa
Diketahui, senjata laser penghancur pesawat nirawak yang dikembangkan oleh militer Korea Selatan dengan Hanwha Aerospace (012450.KS) sangatlan efektif dan murah.
Dengan biaya sekitar 2.000 won per tembakan, senjata tersebut dapat senyap dan tidak terlihat.
"Negara kami menjadi negara pertama di dunia yang menggunakan dan mengoperasikan senjata laser, dan kemampuan respons militer kami terhadap provokasi pesawat nirawak Korea Utara akan semakin diperkuat," kata Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA), pada Kamis (11/7/2024).
DAPA juga menyebut senjata tersebut sebagai pengubah permainan di medan perang masa depan.
Tidak hanya itu, senjata laser StarWars milik Korea Selatan juga dapat menembak jatuh drone yang terbang dengan membakar mesin atau peralatan listrik lainnya di drone dengan sinar cahaya selama 10 hingga 20 detik.
Negara-negara termasuk Korea Selatan, Cina dan Inggris berlomba-lomba untuk mengembangkan dan menyebarkan senjata laser, yang juga dikenal sebagai senjata energi terarah.
Ada minat besar pada senjata-senjata tersebut untuk membantu melawan proliferasi sistem tak berawak, serta menargetkan rudal yang sedang terbang atau satelit yang sedang mengorbit.
Baca Juga: Tanpa Didampingi BCL, Tiko Aryawardhana Jalani Pemeriksaan di Polres Jaksel
Seperti diketahui, sebelumnya pada bulan Desember lima pesawat tak berawak Korea Utara melintasi wilayah Korea Selatan yang secara teknis saat ini masih berperang dengan negara di bawah pimpinan Kim Jong Un itu.
Hal tersebut lantas mendorong Seoul untuk mengerahkan jet tempur dan helikopter serang mereka serta mencoba menembak jatuh pesawat-pesawat itu dalam intrusi pertama sejak tahun 2017.
Pertempuran dalam Perang Korea 1950-1953 sendiri berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai, dan dengan Zona Demiliterisasi (DMZ) antara kedua Korea.
Baca Juga: Polisi Tetapkan Satu Tersangka Baru dalam Kasus Pembakaran Rumah Wartawan Tribrata TV
Di sisi lain, Amerika Serikat melaporkan Korea Utara dan Korea Selatan sama-sama melanggar gencatan senjata yang mengatur perbatasan bersama mereka dengan mengirim pesawat tak berawak ke wilayah udara masing-masing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






