Profil Yahya Sinwar, Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal Radikal dan Menjadi Dalang di Balik Serangan 7 Oktober 2023

AKURAT.CO Yahya Sinwar, yang diangkat sebagai pemimpin Hamas, adalah dalang di balik serangan paling berdarah terhadap orang Yahudi dalam satu hari sejak Holocaust.
Yahya Sinwar tidak pernah menyembunyikan keinginannya untuk menyerang Israel, negara yang memenjarakannya selama hampir setengah dari masa dewasanya.
Seperti pada Desember 2022, Yahya Sinwar menyatakan kepada pendukungnya di Gaza bahwa Hamas akan melancarkan "banjir" pejuang dan roket terhadap Israel.
Baca Juga: Resmi! Hamas Tunjuk Arsitek Serangan 7 Oktober Yahya Sinwar Sebagai Pemimpin Baru
"Kami akan datang kepada kalian, insya Allah, dalam banjir yang menggemuruh. Kami akan datang kepada kalian dengan roket tanpa henti, kami akan datang kepada kalian dalam banjir prajurit yang tak terbatas, kami akan datang kepada kalian dengan jutaan orang kami, seperti gelombang yang terus berulang," katanya.
Kurang dari setahun kemudian, Israel menemukan bahwa ancaman tersebut bukanlah omong kosong.
Ketika para pejuang Hamas menerobos pagar Gaza pada 7 Oktober 2023, melancarkan serangan yang menewaskan 1.200 orang, menahan 152 sandera, dan merusak reputasi Israel sebagai musuh yang tak terkalahkan.
Profil Yahya Sinwar
Baca Juga: Bagaimana Cara Hidup Organisme yang Terdapat di dalam Ekosistem Perairan?
Yahya Sinwar (61) memulai karirnya sebagai penegak hukum kejam yang menghukum dan membunuh kolaborator dengan Israel.
Lahir di kamp pengungsi Khan Younis, Sinwar terpilih sebagai pemimpin Hamas di Gaza pada 2017.
Sinwar, yang menghabiskan 23 tahun di balik jeruji besi, dan telah bersumpah untuk membebaskan semua tahanan Palestina yang ditahan di Israel.
Dia adalah salah satu dari 1.027 orang Palestina yang dibebaskan dari penjara Israel dalam pertukaran untuk seorang tentara Israel yang ditahan di Gaza pada 2011.
Baca Juga: Kemensetneg Bantah Sewa 1.000 Alphard untuk Tamu Undangan HUT RI di IKN: Kami Sediakan Bus
Sebelum dia dipenjara, Sinwar dikenal sebagai kepala aparat keamanan Al-Majd yang melacak dan membunuh orang Palestina yang dituduh memberikan informasi kepada dinas rahasia Israel.
Para pemimpin Hamas dan pejabat Israel yang mengenal Sinwar sepakat bahwa dia sangat setia pada gerakan tersebut.
Seorang tokoh Hamas yang berbasis di Lebanon menggambarkannya sebagai "puritan dengan kemampuan daya tahan yang luar biasa."
Michael Koubi, mantan pejabat Shin Bet yang menginterogasi Sinwar selama 180 jam di penjara, mengatakan dia sangat menonjol karena kemampuannya untuk mengintimidasi dan memerintah.
Koubi pernah bertanya kepada militan yang saat itu berusia 28 atau 29 tahun mengapa dia belum menikah.
"Dia mengatakan kepada saya Hamas adalah istri saya, Hamas adalah anak saya. Hamas bagi saya adalah segalanya."
Baca Juga: Jokowi Bentuk Satgas Percepat Investasi di IKN, Bahlil Lahadalia Jadi Ketua
Sinwar ditangkap pada 1988 dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup berturut-turut dengan tuduhan merencanakan penculikan dan pembunuhan dua tentara Israel dan pembunuhan empat orang Palestina.
Di penjara, garis kerasnya terhadap kolaborator terus berlanjut.
Sinwar dan "Banjir Al-Aqsa"
Didengar dalam tinjauan, kata-kata Sinwar meramalkan apa yang akan datang, sebuah serangan yang dijuluki Hamas sebagai banjir Al-Aqsa.
Hal itu mengacu pada masjid di Yerusalem yang merupakan salah satu tempat suci umat Islam dan berdiri di tempat yang dihormati oleh orang Yahudi sebagai Gunung Kuil. Al-Aqsa telah menjadi subjek serangan berulang oleh Israel.
Setelah serangan 7 Oktober, Sinwar tidak pernah muncul di hadapan publik, namun mengarahkan operasi militer bersama dengan Deif dan komandan lainnya.
Dia juga memimpin negosiasi untuk pertukaran tahanan-sandera, kemungkinan dari bunker di bawah Gaza.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






