Istana Diserbu, Keberadaan Presiden Suriah Bashar Al-Assad Belum Diketahui

AKURAT.CO Kekuasaan 61 tahun Partai Baath di Suriah tumbang setelah ibu kota Damaskus tidak lagi dapat dipertahankan pada Minggu (8/12/2024).
Kelompok bersenjata anti-rezim Bashar Al-Assad mulai memasuki Damaskus dari sisi selatan pada Sabtu (7/12/2024).
Ketika kota-kota terbesar di negara itu lepas dari kendali rezim, banyak warga turun ke jalan dan merobohkan patung-patung mendiang Assad dan menghancurkan foto-foto putranya, Bashar.
Anadolu melaporkan, dari Ibu Kota Damaskus hingga kampung halaman keluarga Assad di pesisir Latakia, di antara kota-kota lainnya, semua simbol rezim dirobohkan.
Baca Juga: Bashar al-Assad adalah Siapa? Mengenal Presiden Suriah yang Jadi Pembicaraan
Sejumlah video yang disebarluaskan media Arab memperlihatkan kerumunan masyarakat di Damaskus menumbangkan tugu Hafez Al-Assad, Presiden Suriah periode 1971-2000 yang juga ayah dari Bashar Al-Assad.
Video lain menunjukkan warga Damaskus secara leluasa memasuki istana kepresidenan untuk berfoto tanpa adanya intervensi pihak keamanan.
Media internasional melaporkan berbagai klaim bahwa Assad meninggalkan negara itu.
Dengan laporan yang belum dikonfirmasi menyebut bahwa ia mungkin telah melakukan perjalanan ke Rusia atau negara tetangga Timur Tengah.
Baca Juga: Serangan Udara Israel di Suriah Menewaskan Anggota Senior Garda Revolusi Iran
Perdana Menteri Suriah, Mohammad Ghazi Al-Jalali, mengaku belum mengetahui kondisi maupun keberadaan Presiden Bashar Al-Assad berikut menteri pertahanannya Ali Mahmoud Abbas.
"Saya tak memiliki informasi apapun soal keberadaan Presiden Bashar Al-Assad dan Menhan Ali Abbas," ujar Al-Jalali kepada Al Arabiya melalui saluran telepon.
Al-Jalali sebelumnya menyatakan bahwa dirinya dan 18 menteri kabinet lainnya membuat keputusan untuk bertahan di Damaskus dan tidak akan melarikan diri ke negara lain.
Ia juga menyatakan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan pimpinan kelompok oposisi Hayat Tahrir Al-Sham (HTS) yang telah memasuki ibu kota Suriah.
Menteri Komunikasi, Iyad Mohammad Al-Khatib, menyebut, selain Presiden Assad dan Menhan Abbas, keberadaan Menteri Luar Negeri, Bassam Sabbagh, juga belum diketahui anggota kabinet yang masih bertahan di Damaskus.
Ia juga memastikan bahwa kelompok oposisi menjamin keselamatan para menteri yang masih ada di Damaskus.
Menurut Khatib, dirinya mengetahui kabar dugaan kaburnya Presiden Assad ke luar Suriah dari laporan media massa.
Diberitakan Sputnik, situs pelacak penerbangan Flightradar24 melaporkan bahwa sebuah pesawat Ilyushin IL-76 milik Syrian Air terdeteksi terbang di langit Damaskus pada pukul dua pagi waktu setempat dan hilang 40 menit kemudian di Kota Homs.
Pesawat tersebut hilang dari pantauan radar pada ketinggian 1.624 kaki dengan kecepatan 62 mil per jam.
Kantor Kepresidenan Suriah sendiri membantah pemberitaan bahwa Presiden Assad kabur meninggalkan Suriah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








