Korban Tewas Kebakaran Hutan Los Angeles Bertambah Jadi 13 Orang

AKURAT.CO Jumlah korban tewas akibat kebakaran hutan di Kota Los Angeles, California, Amerika Serikat, bertambah menjadi 13 orang, Minggu (12/1/2025).
Presiden AS, Joe Biden, mengatakan bahwa jumlah korban tewas dalam bencana itu kemungkinan akan terus bertambah.
Pasalnya, hingga kini banyak warga yang keberadaannya masih belum diketahui.
Baca Juga: Penyebab Kebakaran Hutan Los Angeles, Apakah Sama dengan Kebakaran Kaum 'Ad dalam Islam?
Kebakaran hutan terjadi di banyak titik di Negara Bagian California sejak Selasa (7/1/2025). Peritiwa ini mendorong puluhan ribu orang untuk mengungsi.
Para ahli meteorologi mengatakan, penyebaran api yang cepat disebabkan oleh cuaca yang kering dan sangat berangin.
Kebakaran menghancurkan lebih dari 10 ribu bangunan di wilayah tersebut.
Baca Juga: Tidak Ada WNI Jadi Korban Kebakaran Hutan di Los Angeles
Dilaporkan NBC News, Gubernur California, Gavin Newsom, mengatakan bahwa Garda Nasional California telah tiba di Los Angeles untuk mencegah aksi penjarahan di zona evakuasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







