Indonesia Kutuk Serangan Besar-besaran Israel di Tepi Barat

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia mengutuk keras operasi militer yang dilakukan Israel di Kota Jenin, Tepi Barat.
Tindakan ini berpotensi mengancam prospek perdamaian setelah gencatan senjata berlaku di Jalur Gaza.
Indonesia memandang eskalasi kekerasan di Tepi Barat tersebut menguak maksud terselubung Israel untuk terus merongrong wilayah dan melanjutkan penjajahan mereka atas tanah Palestina.
"Pelanggaran hukum internasional oleh Israel menunjukkan niat utamanya. Menjadikan permanen pendudukan ilegalnya di wilayah Palestina," pernyataan Kementerian Luar Negeri RI melalui media sosial X, Minggu (26/1/2025).
Baca Juga: Nvidia Investasi Rp7,6 Triliun di Israel, Apa Dampaknya pada Konflik Gaza?
Indonesia memandang akar permasalahan konflik tersebut sedari awal adalah penolakan Israel untuk mengakui hak rakyat Palestina menentukan nasibnya sendiri.
Indonesia senantiasa mendesak komunitas internasional mengambil tindakan tegas atas ketidakadilan yang diderita rakyat Palestina.
Serta bekerja sama mewujudkan negara Palestina merdeka dan berdaulat sesuai prinsip solusi dua negara.
Setelah gencatan senjata di Jalur Gaza dimulai pada 19 Januari, Israel justru melancarkan serangan ke Jenin dan kamp pengungsian Jenin di wilayah Tepi Barat pada Selasa (21/1/2025).
Baca Juga: Lebanon Desak Penarikan Pasukan Israel dari Wilayah Selatan
Operasi militer Israel semakin melebar ke desa-desa sekitar di hari keempat serangan.
Dilaporkan Anadolu, sejumlah saksi mengungkapkan bahwa suara tembakan dan ledakan terdengar ketika buldoser-buldoser Israel menghancurkan infrastruktur dan pertokoan di kamp.
Otoritas Palestina mencatat, operasi militer Israel di Jenin telah merenggut nyawa sekurangnya 12 orang dan melukai lebih dari 40 lainnya.
Diperkirakan ada 3.000 keluarga yang mengungsi di kamp pengungsian Jenin selama dua bulan terakhir, termasuk beberapa ratus lainnya yang masuk dalam sepekan terakhir.
Baca Juga: Sambut Baik Gencatan Senjata Israel-Palestina, Wamenlu Ajak Semua Pihak Bangun Gaza Kembali
Israel sendiri menyebut bahwa operasi tersebut merupakan upaya sang pemimpin, Benjamin Netanyahu, meyakinkan petinggi otoritas keuangan Israel Bezalel Smotrich yang menentang kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza, supaya bertahan di pemerintahan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








