Inggris dan Prancis Susun Rencana Perdamaian untuk Ukraina, Siap Libatkan AS

AKURAT.CO Inggris dan Prancis sepakat untuk bekerja sama dengan Ukraina dalam menyusun strategi perdamaian yang akan diajukan kepada Amerika Serikat.
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengumumkan kesepakatan ini setelah pertemuannya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Langkah ini disebutnya sebagai "arah yang benar" untuk mengakhiri konflik yang telah berkepanjangan di Ukraina.
Menurut laporan kantor berita Anadolu pada Minggu (2/3/2025), Starmer menegaskan bahwa AS dan negara-negara Eropa akan memegang peran kunci dalam menjamin keamanan Ukraina.
Ia menyoroti pentingnya membangun pertahanan Ukraina yang kuat guna menangkal potensi agresi Rusia di masa depan.
Dalam rencana yang sedang digodok, Starmer menekankan bahwa ada tiga elemen utama yang harus diperhatikan:
Baca Juga: PTTUN Mataram Perkuat Putusa PTUN Denpasar Terkait Sengketa Tanah Warga dengan Pemda Buleleng
1. Ukraina yang tangguh dan mampu mempertahankan diri
2. Jaminan keamanan dari negara-negara Eropa
3. Dukungan kuat dari Amerika Serikat
"Tiga elemen ini harus disatukan. Hanya dengan itu kita bisa mencapai perdamaian yang abadi," ujar Starmer dalam wawancara dengan BBC Inggris.
Dalam kesempatan yang sama, Starmer turut menanggapi ketegangan yang terjadi antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy saat pertemuan di Gedung Putih.
Ia mengaku "tidak nyaman" menyaksikan pertengkaran itu, tetapi tetap menegaskan bahwa tujuan utama harus tetap pada perdamaian Ukraina.
Starmer mengungkapkan bahwa dirinya telah berbicara langsung dengan Trump dan Zelenskyy untuk meredakan ketegangan serta memastikan bahwa fokus utama tetap pada dukungan bagi Ukraina.
"Kita tidak boleh kehilangan arah. Perdamaian yang berkelanjutan harus menjadi prioritas utama demi stabilitas Eropa," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







