Apakah India dan Pakistan Memulai Perang Drone? Ini Jawabannya

AKURAT.CO Ketegangan memanas di Asia Selatan setelah serangkaian serangan udara tanpa awak mengindikasikan babak baru konflik antara dua negara bersenjata nuklir, India dan Pakistan.
Pada 8 Mei, militer Pakistan melaporkan bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil menembak jatuh 25 drone yang diklaim milik India, yang menyerang beberapa kota besar termasuk Lahore dan Karachi.
Serangan tersebut menewaskan satu warga sipil dan melukai lima lainnya.
Sebagai tanggapan, Kementerian Pertahanan India mengakui telah melancarkan serangan terhadap sistem radar dan pertahanan udara Pakistan, menyusul tuduhan bahwa Pakistan terlebih dahulu mencoba menyerang wilayah India menggunakan drone dan rudal pada malam sebelumnya.
India menyatakan berhasil menghancurkan sejumlah target, termasuk sistem pertahanan di Lahore.
Serangan ini terjadi hanya sehari setelah India meluncurkan serangan rudal besar-besaran ke wilayah Pakistan dan Kashmir yang dikuasai Pakistan, menewaskan lebih dari 30 orang.
Aksi tersebut disebut sebagai salah satu serangan terluas yang pernah dilakukan India terhadap Pakistan, menandai lonjakan eskalasi setelah insiden berdarah di Pahalgam, Kashmir yang dikelola India, yang menewaskan puluhan turis dan seorang pemandu lokal.
India menyalahkan kelompok bersenjata yang diduga disokong Islamabad, tuduhan yang dibantah oleh Pakistan.
Menurut juru bicara militer Pakistan, Letnan Jenderal Ahmad Sharif Chaudhry, gelombang drone yang menyerang kota-kota besar Pakistan menggunakan drone bunuh diri Harop buatan Israel, menunjukkan tingkat ancaman baru dalam konflik bersenjata konvensional.
Drone ini dirancang untuk menyerang target secara langsung dan meledak saat menghantam sasaran, menjadikannya senjata yang sulit dideteksi dan mematikan.
India mengklaim bahwa serangan mereka adalah tindakan balasan atas upaya Pakistan untuk menggempur target-target militer di berbagai wilayah di India dan Kashmir.
Sementara Pakistan menuduh India melakukan “agresi terbuka” dan memperingatkan akan membalas jika serangan berlanjut.
Serangkaian insiden ini menimbulkan kekhawatiran bahwa kedua negara sedang bergerak menuju konfrontasi militer yang lebih modern dan berisiko tinggi—yakni perang drone.
Dengan banyaknya wilayah yang terkena dampak, termasuk kota-kota besar seperti Karachi dan Lahore di Pakistan serta Srinagar dan Amritsar di India, potensi eskalasi lebih lanjut kini menjadi perhatian utama dunia internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









