Mengenal Greta Thunberg, Aktivis Swedia yang Diculik Militer Israel!

AKURAT.CO Greta Tintin Eleonora Ernman Thunberg—aktivis muda lingkungan asal Swedia yang mendunia—kembali menjadi sorotan.
Bukan karena aksi iklimnya kali ini, melainkan karena penahanannya oleh militer Israel saat bergabung dalam misi kemanusiaan menuju Gaza.
Lahir di Stockholm pada 3 Januari 2003, Greta dikenal luas karena keberaniannya menantang para pemimpin dunia soal krisis iklim sejak usia 15 tahun.
Lewat gerakan Fridays For Future (FFF), ia menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia untuk turun ke jalan menuntut keadilan iklim.
Namun baru-baru ini, Greta menunjukkan bahwa komitmennya terhadap keadilan sosial tak terbatas hanya pada isu lingkungan.
Ia ikut bergabung dalam Freedom Flotilla Coalition (FFC), sebuah koalisi internasional yang menentang blokade Israel terhadap Gaza dengan cara mengirimkan bantuan kemanusiaan melalui laut.
Pada Senin, 9 Juni 2025, kapal layar Madleen yang membawa bantuan untuk warga Gaza dicegat oleh pasukan elite Israel, Shayetet 13, di perairan internasional.
Di dalam kapal tersebut terdapat 12 orang, termasuk Greta Thunberg dan 11 aktivis kemanusiaan lainnya.
Baca Juga: 5 Tempat Makan Viral di Gading Serpong yang Wajib Kamu Coba! Nomor 3 Bikin Nostalgia!
Kronologi Penahanan:
-
01.17 waktu setempat: Kapal mendekati perairan Gaza, alarm darurat dinyalakan.
-
02.00: Pasukan Israel naik ke kapal, melakukan penahanan, dan memaksa seluruh penumpang mematikan alat komunikasi.
-
Setelah penahanan: Komunikasi terputus total. FFC kemudian mengunggah video darurat dari Greta.
Dalam video darurat yang diunggah oleh akun FFC dan akun pribadi Greta, ia menyampaikan pesan serius:
“Nama saya Greta Thunberg. Saya dari Swedia. Jika kalian melihat video ini, kami sudah dicegat dan diculik di perairan internasional oleh tentara pendudukan Israel atau pasukan yang mendukung Israel.”
Greta juga menyerukan kepada komunitas internasional, khususnya Pemerintah Swedia, untuk segera bertindak dan menekan Israel agar membebaskan dirinya serta seluruh aktivis yang ikut dalam misi tersebut.
Kementerian Luar Negeri Israel mengonfirmasi bahwa kapal Madleen telah diamankan dan akan dibawa ke Pelabuhan Ashdod.
Pemerintah Israel menuduh para aktivis melakukan provokasi media demi mencari publisitas.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa perintah untuk menghentikan kapal sudah diberikan, dan menyebut misi tersebut sebagai bagian dari “propaganda palsu.”
Namun, Pelapor Khusus PBB, Francesca Albanese, memastikan bahwa tidak ada relawan yang terluka dalam insiden tersebut. Meskipun demikian, aksi penahanan ini menuai kecaman dari berbagai belahan dunia.
Baca Juga: Polisi Diduga Cabuli Korban Pemerkosaan Saat Lapor, DPR: Bukti Aparat Gagal Lindungi Rakyat!
Di Indonesia, GREAT Institute mengecam tindakan Israel dan mendesak negara-negara dunia untuk ikut menekan Israel agar segera membebaskan para aktivis serta menghentikan blokade kemanusiaan terhadap Gaza.
Greta Thunberg selama ini dikenal karena gaya hidup sederhananya yang konsisten dengan perjuangannya.
Ia menolak naik pesawat demi mengurangi jejak karbon, memilih veganisme, dan hidup hemat energi.
Namun keputusannya ikut dalam misi ke Gaza menegaskan bahwa perjuangan keadilan baginya melintasi batas isu.
Insiden ini sekali lagi membuktikan bahwa Greta bukan hanya aktivis simbolik. Ia terjun langsung, menanggung risiko, dan berdiri di garis depan untuk membela nilai-nilai yang diyakininya. (Aqila Shafiqa Aryaputri/magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









