Gerakan “Block Everything” di Prancis: 100 Ribu Orang Siap Turun ke Jalan 10 September

AKURAT.CO Lebih dari 100 ribu orang diperkirakan akan turun ke jalan dalam aksi besar bertajuk “Block Everything” di Prancis pada 10 September mendatang. Gerakan ini muncul sebagai bentuk penolakan terhadap rencana anggaran nasional yang diajukan Perdana Menteri François Bayrou.
Aksi Protes Nasional
Menurut laporan stasiun penyiaran France Info, memo rahasia dari badan intelijen Prancis memperkirakan jumlah peserta aksi bisa mencapai 100 ribu orang. Mereka menilai sektor energi, transportasi, dan pertahanan berpotensi menjadi target utama blokade.
Gerakan ini berawal dari kampanye di media sosial oleh kelompok kecil bernama “Les Essentiels” yang menyerukan untuk menghentikan seluruh aktivitas pada 10 September. Pesannya sederhana: “Pada 10 September, kita hentikan segalanya, bukan untuk melarikan diri, tapi untuk berkata tidak.”
Dukungan terhadap gerakan ini semakin meluas setelah partai sayap kiri radikal France Unbowed (LFI) ikut mendukung.
Penolakan Anggaran Bayrou
Rencana aksi ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan politik di Prancis. Bayrou sebelumnya mengumumkan kerangka anggaran tahun 2026 yang bertujuan menghemat sekitar €44 miliar (setara Rp760 triliun) guna menekan utang publik yang sudah mencapai 113% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Defisit anggaran Prancis kini juga menjadi salah satu yang terbesar di Uni Eropa, yakni 5,8%. Bayrou memperingatkan bahwa negaranya berada di “ambang utang berlebih” dan meminta parlemen memilih “tanggung jawab daripada kekacauan.”
Tantangan Politik Serius
Meski begitu, langkah Bayrou menghadapi jalan terjal. Partai oposisi dari berbagai spektrum politik—mulai dari kiri jauh (LFI), kanan jauh National Rally (RN), hingga Sosialis—menyatakan akan menolak proposal anggaran tersebut.
Situasi semakin panas karena Bayrou juga akan menghadapi pemungutan suara kepercayaan di Majelis Nasional pada 8 September. Kekalahan dalam pemungutan suara itu bisa menjadi pukulan besar bagi pemerintahannya.
Belajar dari Krisis Sebelumnya
Ketegangan soal anggaran bukan hal baru di Prancis. Pada 2024 lalu, kegagalan menyepakati anggaran 2025 membuat pemerintahan Michel Barnier jatuh, setelah partai kiri dan kanan bersatu mendukung mosi tidak percaya.
Kini, dengan munculnya gerakan “Block Everything”, bayang-bayang krisis politik kembali menghantui Prancis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








