Korban Tewas Protes Generasi Z di Nepal Meningkat Jadi 34 Orang

AKURAT.CO Jumlah korban tewas akibat kerusuhan Nepal yang dipicu protes besar-besaran Gen Z di Lembah Kathmandu kini meningkat menjadi 34 orang. Menurut data resmi Kementerian Kesehatan dan Kependudukan Nepal yang dikutip The Himalayan Times, lebih dari 1.368 orang terluka dalam aksi yang meluas ke berbagai kota sejak 8 September 2025.
Juru bicara kementerian, Dr. Prakash Budhathoki, menyatakan bahwa sebagian besar korban luka sudah mendapat perawatan dan dipulangkan.
“Sebanyak 949 orang telah keluar dari rumah sakit,” ujarnya.
Saat ini, 58 pasien masih dirawat di Pusat Trauma, 48 orang di Rumah Sakit Layanan Sipil, 35 di Fakultas Kedokteran Kathmandu, 25 di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Tribhuvan (TUTH), dan 26 pasien di Rumah Sakit Militer Birendra.
Pertemuan Tingkat Tinggi di Istana Presiden
Di tengah meningkatnya jumlah korban kerusuhan Nepal, Presiden Ram Chandra Paudel dijadwalkan memimpin pertemuan penting pada Jumat bersama Panglima Angkatan Darat Ashok Raj Sigdel, Ketua Mahkamah Agung Prakash Man Singh Raut, dan para pemimpin Partai Komunis Nepal (CPN) Maois. Pertemuan ini diharapkan mencari solusi atas krisis politik yang semakin memanas setelah Perdana Menteri KP Sharma Oli mengundurkan diri.
Para pemimpin protes Gen Z sebelumnya mengumumkan dukungan penuh kepada mantan Ketua Mahkamah Agung Sushila Karki sebagai calon perdana menteri sementara. Karki dikenal luas karena integritas dan komitmennya melawan korupsi dalam sistem peradilan Nepal.
Jam Malam dan Aksi Protes Meluas
Untuk menekan eskalasi, pemerintah memberlakukan jam malam di Kathmandu dan beberapa kota besar lainnya. Jam malam berlangsung hingga pukul 17.00 dan dilanjutkan lagi mulai pukul 19.00 hingga 06.00 keesokan harinya, sesuai pernyataan Angkatan Darat Nepal.
Protes Gen Z yang awalnya damai berubah menjadi kerusuhan setelah disusupi kelompok politik, kata para pemimpinnya. Mereka menuntut diakhirinya “korupsi dan favoritisme yang dilembagakan” dalam pemerintahan. Gerakan ini juga dipicu kemarahan publik atas fenomena “Nepo Babies,” yang mengungkap gaya hidup mewah anak-anak politisi di media sosial dan menyoroti kesenjangan sosial-ekonomi.
Tuntutan Kaum Muda Nepal
“Gerakan ini lahir karena korupsi merajalela,” kata Diwakar Dangal, salah satu pemimpin protes Gen Z. Rekannya, Junal Gadal, menekankan pentingnya memilih Karki sebagai pemimpin transisi. “Dalam enam bulan, kami akan menuju pemilu,” ujarnya.
Wali Kota Kathmandu, Balendra Shah (Balen), juga mendukung pencalonan Karki, memperkuat posisinya sebagai figur persatuan di tengah krisis. Para pemimpin Gen Z menegaskan bahwa tujuan mereka bukan mengganti konstitusi, tetapi mendorong amandemen penting untuk memperbaiki tata kelola negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







