Parlemen Timor-Leste Batalkan Pembelian Mobil Mewah, Ribuan Warga Tetap Turun ke Jalan

AKURAT.CO Parlemen Timor-Leste akhirnya membatalkan rencana pembelian mobil SUV Toyota Prado bagi para anggota parlemen setelah mendapat tekanan publik yang meluas. Namun, keputusan tersebut belum meredakan kemarahan warga. Ribuan pengunjuk rasa, mayoritas mahasiswa, kembali memenuhi jalanan ibu kota Dili pada Rabu (17/9).
Demo Berlanjut Tiga Hari
Aksi protes yang menolak pembelian kendaraan senilai US$4,2 juta (sekitar Rp67 miliar) itu sudah berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Bentrokan sempat pecah pada 15 dan 16 September, ketika demonstran melempari polisi dengan batu dan aparat menembakkan gas air mata sebagai balasan.
Menurut jurnalis AFP, sekitar 2.000 orang kembali berkumpul di depan gedung parlemen pada 17 September. “Rumornya, mobil-mobil itu sudah dalam perjalanan,” kata Trinito Gaio (42), seorang pengunjuk rasa. “Kami berada di sini untuk memastikan uang pajak tidak disalahgunakan,” ujarnya.
Awal Kontroversi Anggaran
Kontroversi ini bermula dari pos anggaran 2024 yang mengalokasikan dana US$4,2 juta untuk membeli SUV bagi 65 anggota parlemen. Proses tender rencananya selesai pada September 2025. Rencana tersebut menuai kecaman karena lebih dari 40 persen penduduk Timor-Leste masih hidup dalam kemiskinan, menurut Bank Dunia.
Menanggapi desakan publik, parlemen mengumumkan pada 16 September bahwa mereka membatalkan proses pengadaan kendaraan baru dalam anggaran 2025. Dalam pernyataan resminya, parlemen juga menugaskan sekretariat jenderal untuk memastikan pemeliharaan dan pemakaian efisien kendaraan dinas yang sudah ada.
Respons Pemerintah dan Kondisi Timor-Leste
Presiden Jose Ramos-Horta menegaskan tidak akan ada toleransi terhadap kekerasan selama demonstrasi. Sementara itu, Perdana Menteri Xanana Gusmao sedang berada di London untuk membahas perbatasan darat dan laut, dan dijadwalkan kembali pada 22 September.
Timor-Leste, yang memisahkan diri dari Indonesia pada 2002, masih berjuang menghadapi ketimpangan sosial, malnutrisi, dan pengangguran tinggi. Ekonomi negara ini pun masih bergantung pada cadangan minyak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






