173 Truk Bantuan Masuk ke Gaza Setelah Gencatan Senjata Hamas–Israel Mulai Berlaku

AKURAT.CO Sebanyak 173 truk bantuan memasuki Jalur Gaza pada hari Minggu di bawah perjanjian gencatan senjata antara Hamas dan Israel, ungkap Kantor Media Pemerintah, Senin.
“Kami mengonfirmasi bahwa 173 truk bantuan kemanusiaan memasuki Jalur Gaza pada 12 Oktober melalui perlintasan tersebut, menandai hari pertama setelah perjanjian gencatan senjata,” ungkap kantor media tersebut dalam siaran pers.
Disebutkan bahwa tiga truk gas untuk memasak dan enam truk bahan bakar diesel memasuki wilayah kantong tersebut untuk mengoperasikan toko roti, generator, dan rumah sakit di tengah kekurangan bahan-bahan penting yang akut.
Kantor media tersebut menyatakan bahwa jumlah bantuan kemanusiaan yang masuk ke wilayah kantong Palestina tersebut jauh dari memenuhi “bahkan kebutuhan kemanusiaan dan hidup minimum lebih dari 2,4 juta orang.”
Kantor media tersebut menegaskan kembali kebutuhan mendesak akan “aliran bantuan, bahan bakar, gas untuk memasak, serta pasokan bantuan dan medis yang besar, berkelanjutan, dan terorganisir.”
Israel telah mempertahankan blokade di Gaza, rumah bagi hampir 2,4 juta orang, selama hampir 18 tahun dan memperketat pengepungan pada bulan Maret ketika menutup perlintasan perbatasan dan memblokir pengiriman makanan dan obat-obatan, yang menyebabkan daerah kantong itu dilanda kelaparan.
Masuknya truk bantuan terjadi setelah fase pertama perjanjian gencatan senjata Gaza mulai berlaku pada hari Jumat di bawah rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang Israel selama dua tahun di daerah kantong tersebut.
Sejak Oktober 2023, serangan Israel telah menewaskan lebih dari 67.800 warga Palestina di Gaza, sebagian besar perempuan dan anak-anak, membuat daerah kantong itu sebagian besar tidak dapat dihuni.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







