Spesies Baru Dinosaurus Berleher Panjang Ditemukan di Pegunungan Argentina

AKURAT.CO Para paleontolog menemukan spesies dinosaurus baru di Argentina yang diyakini dapat menjelaskan kapan dinosaurus pemakan tumbuhan mulai berevolusi dengan leher panjang.
Fosil spesies baru tersebut, bernama Huayracursor jaguensis, ditemukan di Formasi Santo Domingo, kawasan pegunungan Andes, Provinsi La Rioja, Argentina bagian barat laut. Penemuan ini dipublikasikan dalam jurnal Nature pada Kamis (16/10).
Menurut para peneliti, H. jaguensis hidup pada periode Trias Akhir, sekitar 201 hingga 237 juta tahun lalu. Ciri khas tulang lehernya menunjukkan adanya tanda-tanda perpanjangan, yang diduga menjadi tahap awal evolusi menuju kelompok dinosaurus berleher panjang seperti sauropodomorph yang muncul pada masa berikutnya.
Dr. Agustin Martinelli, peneliti dari lembaga riset CONICET, mengatakan perubahan besar pada ekosistem selama periode Trias Akhir memicu peningkatan keragaman berbagai kelompok hewan, termasuk dinosaurus, kerabat awal mamalia, serta kelompok nenek moyang buaya.
Sebagian besar bukti awal evolusi dinosaurus ditemukan di Amerika Selatan, khususnya di Cekungan Ischigualasto-Villa Unión di Argentina barat dan Cekungan Paraná di Brasil selatan. Namun, temuan H. jaguensis berasal dari wilayah yang berbeda, yaitu di Pegunungan Andes pada ketinggian sekitar dua mil di atas permukaan laut.
Sauropodomorph dikenal sebagai dinosaurus herbivora dengan tubuh besar dan leher panjang, termasuk kelompok terkenal seperti brontosaurus. Spesies awalnya berukuran kecil dengan berat sekitar 10 kilogram dan leher pendek. Seiring waktu, ukuran tubuh dan panjang leher mereka meningkat, menandai evolusi penting pada awal kemunculan dinosaurus.
Para ilmuwan memperkirakan H. jaguensis memiliki panjang sekitar 1,5 meter dan berat 18 kilogram. Meskipun lehernya lebih pendek dibandingkan sauropodomorph generasi berikutnya, struktur tulang lehernya menunjukkan tanda-tanda awal pemanjangan.
Penemuan ini memperluas pemahaman ilmuwan tentang keanekaragaman dan persebaran geografis dinosaurus awal di wilayah Amerika Selatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








