Tekan Harga Pangan, Trump Hapus Tarif untuk Daging, Tomat, dan Pisang

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 14 November melakukan rollback atau pencabutan tarif terhadap puluhan produk pangan impor, termasuk bahan kebutuhan pokok seperti daging sapi, tomat, dan pisang. Kebijakan ini diberlakukan secara retroaktif mulai 13 November tengah malam, menyusul meningkatnya keluhan warga AS terkait tingginya harga kebutuhan sehari-hari.
Langkah tersebut menjadi perubahan sikap yang cukup tajam dari Trump, yang selama ini bersikeras bahwa tarif impor besar-besaran yang ia tetapkan sejak awal 2025 tidak memicu inflasi. Pemerintah AS sebelumnya memberlakukan tarif dasar 10 persen untuk semua negara, ditambah tarif khusus yang berbeda antara satu negara dan lainnya.
Dalam pernyataannya di Air Force One pada malam 14 November, Trump mengakui bahwa tarif “mungkin dalam beberapa kasus” bisa menaikkan harga barang. Namun ia tetap menegaskan bahwa AS “praktis tidak memiliki inflasi”.
Kebijakan pencabutan tarif ini muncul setelah Partai Demokrat meraih kemenangan beruntun dalam pemilu negara bagian dan lokal di Virginia, New Jersey, serta New York City, wilayah di mana isu keterjangkauan harga menjadi keluhan utama pemilih.
Para ekonom mencatat bahwa harga kebutuhan pangan di AS telah naik sebagian karena beban tarif, dan diperkirakan dapat kembali meningkat pada 2026 saat perusahaan mulai mengalihkan penuh dampak biaya tersebut kepada konsumen. Data Indeks Harga Konsumen menunjukkan harga daging giling pada September naik hampir 13 persen, sementara harga steak melonjak 17 persen dibanding setahun sebelumnya.
Kenaikan ini menjadi yang terbesar dalam lebih dari tiga tahun. Harga pisang naik sekitar 7 persen dan tomat naik 1 persen, sementara biaya total makanan untuk konsumsi di rumah naik 2,7 persen.
Perintah rollback tarif pada 14 November juga mengikuti kerangka kesepakatan dagang yang diumumkan sehari sebelumnya, yang akan menghapus tarif atas sejumlah produk pangan dari Argentina, Ekuador, Guatemala, dan El Salvador setelah perjanjian difinalisasi. Pemerintah AS menargetkan penandatanganan sejumlah kesepakatan tambahan sebelum akhir tahun.
Industri pangan menyambut baik langkah ini. Presiden FMI–Food Industry Association, Leslie Sarasin, mengatakan kebijakan tersebut akan membantu konsumen dan produsen AS. Namun sejumlah asosiasi lain menyayangkan beberapa produk—termasuk minuman beralkohol dari Uni Eropa dan Inggris—tidak masuk daftar pengecualian. Presiden Distilled Spirits Council, Chris Swonger, menyebut keputusan itu sebagai pukulan bagi industri perhotelan AS menjelang musim liburan.
Ditanya apakah akan ada perubahan kebijakan lanjutan, Trump mengatakan tidak melihat perlunya penyesuaian tambahan. Ia menyebut rollback terbatas ini akan segera menurunkan harga kopi dan produk lain yang terdampak.
Sementara itu, Partai Demokrat menilai pemerintahan Trump “memadamkan api yang mereka sendiri nyalakan”.
Richard Neal, Ketua Demokrat di Komite Ways and Means DPR AS, mengatakan bahwa pemerintahan Trump kini secara terbuka mengakui bahwa perang dagang yang mereka bangun telah menaikkan biaya hidup masyarakat.
“Sejak tarif diberlakukan, inflasi meningkat dan manufaktur mengalami kontraksi bulan demi bulan,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







