Setelah Disebut ‘Komunis’, Mamdani Akan Tatap Muka dengan Trump di Ruang Oval

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Wali Kota terpilih New York City, Zohran Mamdani, dijadwalkan menggelar pertemuan di Gedung Putih pada Jumat (21/11). Pertemuan itu berlangsung setelah berbulan-bulan keduanya saling menyindir selama masa kampanye pemilihan wali kota.
Mamdani, politikus Partai Demokrat berusia 34 tahun yang dikenal sebagai sosialis progresif, menang dalam pemilihan wali kota awal bulan ini. Ia mengalahkan mantan Gubernur Andrew Cuomo dengan selisih sembilan poin, kemenangan yang menjadikannya sorotan politik nasional.
Trump melalui pernyataan resminya menyebut Mamdani sebagai “wali kota komunis” dan mengklaim bahwa pertemuan itu diminta langsung oleh Mamdani. Sementara itu, juru bicara Mamdani, Dora Pekec, mengatakan pertemuan dengan presiden merupakan agenda umum bagi pemerintahan kota yang baru.
Menurutnya, Mamdani akan membahas isu keselamatan publik, keamanan ekonomi, serta program keterjangkauan yang menjadi fokus kampanyenya. Program tersebut dipilih oleh lebih dari satu juta warga New York.
Sejumlah wali kota sebelumnya, seperti Bill de Blasio dan Eric Adams, tidak pernah mengadakan pertemuan formal di Ruang Oval, meskipun hadir dalam forum yang digelar Gedung Putih.
Ketegangan antara Trump dan Mamdani meningkat sejak Mamdani memenangkan pemilihan pendahuluan Partai Demokrat pada Juni lalu. Trump berulang kali melabeli Mamdani sebagai “komunis” dan mengancam akan menahan miliaran dolar dana federal untuk New York jika ia terpilih.
Menjelang hari pemilihan, Trump yang merupakan putra asli New York, juga menyebut Mamdani sebagai sosok ekstremis yang “nyaris tidak pernah bekerja”. Dalam langkah yang tidak biasa, Trump bahkan memberikan dukungan politik kepada rival Mamdani, Cuomo, yang ketika itu maju sebagai kandidat independen.
Setelah memastikan kemenangan, Mamdani menyinggung Trump dalam pidato kemenangannya. Beberapa saat kemudian, Trump membalas melalui platform media sosialnya, Truth Social.
Mamdani, mantan anggota dewan negara bagian, selama kampanye menekankan komitmennya pada isu keterjangkauan di New York yang termasuk kota termahal di AS. Ia juga berjanji akan menantang kebijakan imigrasi keras Trump, termasuk menyiapkan tim hukum tambahan dan memastikan New York “tetap menjadi kota imigran”.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








