Kanada Sepakati Kerja Sama Pertahanan Raksasa dengan Uni Eropa, Nilainya Mencapai Miliaran Dolar!

AKURAT.CO Pemerintah Kanada resmi menyatakan kesiapannya untuk bergabung dalam inisiatif Security Action for Europe (SAFE), program strategis Uni Eropa yang berfokus pada percepatan pengadaan pertahanan. Pengumuman ini disampaikan pada Senin waktu setempat.
Kantor Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menyebut keputusan tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah baru untuk memperkuat kembali kemampuan militer nasional.
“Ketika pemerintah baru Kanada melakukan rekonstruksi, memperkuat, dan kembali berinvestasi dalam Angkatan Bersenjata Kanada, kami berfokus menyediakan perlengkapan yang dibutuhkan para prajurit, tepat pada waktunya,” demikian pernyataan resmi yang dirilis kantor PM Carney.
Kanada sebelumnya telah menandatangani Kemitraan Keamanan dan Pertahanan dengan Uni Eropa serta memulai negosiasi untuk bergabung dalam SAFE—salah satu pilar utama dari rencana kesiapan Uni Eropa Readiness 2030.
Pada Senin, Carney mengumumkan bahwa negosiasi tersebut telah selesai, membuka peluang bernilai miliaran dolar bagi industri pertahanan Kanada.
SAFE, yang diadopsi para pemimpin Uni Eropa pada Mei 2025, menyediakan pinjaman jangka panjang dengan harga kompetitif untuk mempercepat proses pengadaan alutsista yang mendesak. Program ini merupakan bagian dari ReArm Europe Plan/Readiness 2030, yang menargetkan pembukaan anggaran pertahanan lebih dari €800 miliar (setara US$928 miliar) di seluruh kawasan.
Meski fasilitas pinjaman hanya tersedia bagi negara anggota Uni Eropa, negara seperti Ukraina serta anggota EEA dan EFTA juga dapat ikut dalam pengadaan bersama melalui skema tersebut.
Carney mengatakan partisipasi Kanada dalam SAFE menunjukkan peningkatan hubungan pertahanan antara Ottawa dan Brussels di tengah situasi global yang dinilai semakin tidak stabil.
“Partisipasi Kanada dalam SAFE akan membantu menutup kesenjangan kemampuan militer, memperluas pasar bagi pemasok pertahanan Kanada, serta menarik investasi industri pertahanan Eropa ke Kanada,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








