Israel Akan Membuka Kembali Penyeberangan Gaza ke Mesir

AKURAT.CO Israel menyatakan akan membuka kembali penyeberangan Rafah yang menghubungkan Gaza dan Mesir sebagai bagian dari penerapan perjanjian gencatan senjata yang saat ini berlaku. Keputusan tersebut diumumkan pada Rabu (3/12), bersamaan dengan kabar bahwa Israel telah menerima sisa jenazah yang diyakini sebagai salah satu sandera terakhir yang masih berada di Gaza.
Pembukaan kembali Rafah akan memungkinkan warga Palestina meninggalkan Gaza untuk kepentingan evakuasi medis dan perjalanan terbatas. Namun, belum ada kepastian kapan perbatasan itu mulai beroperasi. Menurut ketentuan perjanjian, mereka yang ingin keluar Gaza tetap memerlukan persetujuan keamanan Israel.
COGAT, lembaga militer Israel yang mengelola bantuan ke Gaza, menyebut pelaksanaan perpindahan akan dikoordinasikan dengan Mesir dan diawasi oleh misi Uni Eropa. Pemerintah Israel juga menegaskan bahwa warga Palestina tidak akan diizinkan kembali ke Gaza melalui Rafah hingga semua sisa sandera diserahkan.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 16.500 warga Palestina saat ini membutuhkan evakuasi medis ke luar Gaza.
Serangan Baru dan Tudingan Pelanggaran Gencatan Senjata
Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut serangan militan di Gaza selatan yang melukai empat tentara Israel sebagai pelanggaran gencatan senjata. Israel menegaskan “akan memberikan respons sesuai kesepakatan.”
Di Gaza City, seorang warga Palestina dilaporkan tewas akibat tembakan tentara Israel. Rumah sakit setempat menyebut korban sedang berada di zona yang seharusnya aman berdasarkan ketentuan gencatan senjata.
Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan lebih dari 360 warga Palestina tewas sejak mekanisme gencatan senjata diberlakukan pada 11 Oktober.
Proses Pertukaran Sandera Masih Berjalan
Israel mengonfirmasi telah menerima sisa jenazah dari Gaza untuk proses identifikasi. Dua sandera yang belum dipastikan nasibnya adalah warga Israel Ran Gvili serta Sudthisak Rinthalak, pekerja asal Thailand. Total 31 pekerja Thailand diculik pada 7 Oktober 2023, dan sebagian besar telah dibebaskan.
Dalam kerangka pertukaran, Israel menyerahkan jenazah warga Palestina dengan rasio 15 jenazah untuk satu sandera. Otoritas kesehatan Gaza menyebut telah menerima total 330 jenazah, meski sebagian masih belum teridentifikasi akibat keterbatasan fasilitas uji DNA.
Proses pertukaran berlangsung di tengah saling tuduh antara Israel dan Hamas terkait pelanggaran kesepakatan.
Perang dimulai setelah serangan Hamas ke wilayah selatan Israel pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menculik 251 sandera. Sejak itu, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan lebih dari 70.100 warga Palestina tewas, sebagian besar perempuan dan anak-anak. Data tersebut dianggap kredibel oleh sejumlah lembaga internasional meski berasal dari otoritas di bawah Hamas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







