Thailand Sebut Kamboja Langgar Gencatan Senjata, Prajuritnya Terluka Akibat Mortir

AKURAT.CO Militer Thailand menyatakan Kamboja melanggar perjanjian gencatan senjata dengan menembakkan mortir ke wilayah Thailand pada Selasa pagi. Insiden tersebut mengakibatkan satu prajurit Thailand terluka.
Komando Angkatan Darat Wilayah II Thailand melaporkan, serangan mortir terjadi sekitar pukul 07.25 waktu setempat di Distrik Nam Yuen, Provinsi Ubon Ratchathani. Proyektil mortir ditembakkan dari wilayah Kamboja dan jatuh di sekitar Bukit 469, kawasan Chong Bok.
Seorang prajurit Thailand mengalami luka akibat serpihan mortir dan segera dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis. Korban diketahui bernama Sersan Mayor Kelas Satu Prachya Pilachai, Komandan Peleton Senapan 1 dari Kompi Infanteri 6021. Ia mengalami luka di lengan kanan dan dilaporkan dalam kondisi stabil.
Pihak militer Thailand menyatakan insiden tersebut telah dilaporkan ke komando atas dan saat ini masih dalam proses penyelidikan.
Thailand dan Kamboja sebelumnya menandatangani kesepakatan gencatan senjata di Chanthaburi pada 27 Desember. Kesepakatan tersebut mulai berlaku pada hari yang sama pukul 12.00 waktu setempat.
Hingga saat ini, belum ada keterangan tambahan terkait insiden tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







