Terus Memanas, Inggris Tutup Kedutaan di Iran dan Tarik Staf Diplomatik dari Teheran

AKURAT.CO Pemerintah Inggris menutup sementara Kedutaan Besarnya di Teheran dan menarik seluruh staf diplomatik dari Iran. Langkah ini diambil menyusul memburuknya situasi keamanan di negara tersebut, di tengah meningkatnya ketegangan akibat penindakan keras pemerintah Iran terhadap aksi protes dan spekulasi kemungkinan aksi militer Amerika Serikat.
Kementerian Luar Negeri Inggris menyatakan kedutaan akan tetap beroperasi secara jarak jauh. “Kami telah menutup sementara Kedutaan Besar Inggris di Teheran. Seluruh staf Inggris ditarik karena situasi keamanan,” demikian pernyataan resmi Foreign Office pada Rabu (15/1).
Seorang pejabat Inggris, yang enggan disebutkan namanya, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah dilakukan penilaian ulang terhadap risiko di lapangan, dengan prioritas utama pada keselamatan personel diplomatik.
Penutupan kedutaan ini juga berdampak pada pembaruan imbauan perjalanan bagi warga Inggris. Pemerintah menyebut panduan resmi perjalanan telah disesuaikan dengan perubahan layanan konsuler tersebut.
Langkah London ini terjadi di tengah eskalasi ketegangan kawasan, menyusul laporan bahwa Presiden AS Donald Trump sedang mempertimbangkan kemungkinan serangan terhadap Iran. Pengumuman Inggris itu muncul setelah Amerika Serikat lebih dulu mengevakuasi sebagian personelnya dari Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, pangkalan militer terbesar AS di Timur Tengah. Sejumlah pesawat militer AS juga dilaporkan telah dipindahkan.
Hubungan diplomatik Iran dengan negara-negara Barat turut memanas. Pada Senin, utusan Inggris untuk Iran bersama sejumlah diplomat Eropa dipanggil ke pertemuan yang berlangsung tegang dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Sebagai balasan, Menteri Timur Tengah Inggris Hamish Falconer memanggil Duta Besar Iran untuk Inggris ke London pada Selasa.
Meski demikian, Araghchi menyampaikan nada yang lebih moderat dalam wawancara terpisah dengan media AS. Ia menyatakan Iran “siap bernegosiasi” dan menegaskan bahwa diplomasi lebih baik dibandingkan perang. Namun, ia juga menuding kerusuhan yang terjadi sebagai ulah kelompok teroris dan menyebutnya bagian dari “rencana Israel” untuk menyeret Amerika Serikat ke dalam konflik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








