Iran Peringatkan AS: Serangan Apa Pun Akan Dianggap Perang Terbuka

AKURAT.CO Seorang pejabat senior Iran memperingatkan bahwa negaranya akan menganggap setiap bentuk serangan sebagai perang terbuka menyusul kedatangan kelompok kapal induk Amerika Serikat dan peningkatan aset militer AS di kawasan.
Peringatan tersebut disampaikan menjelang masuknya kapal induk AS dan kekuatan militer tambahan ke wilayah Timur Tengah. Ketegangan meningkat hampir dua pekan setelah mantan Presiden AS Donald Trump menyerukan para demonstran Iran untuk terus melakukan protes dan menyatakan bahwa “bantuan sedang dalam perjalanan”.
“Kami berharap peningkatan kekuatan militer ini tidak dimaksudkan untuk konfrontasi langsung. Namun militer kami siap menghadapi skenario terburuk. Karena itu, seluruh kekuatan Iran saat ini dalam status siaga tinggi,” kata pejabat Iran tersebut kepada Reuters, dengan syarat identitasnya dirahasiakan.
Ia menegaskan, Iran tidak akan membedakan jenis serangan yang dilancarkan. “Kali ini, setiap serangan—baik terbatas, besar, bersifat operasi khusus, atau apa pun istilahnya—akan kami anggap sebagai perang penuh terhadap Iran, dan akan kami balas dengan respons paling keras,” ujarnya.
Donald Trump pada Kamis sebelumnya mengatakan Amerika Serikat mengerahkan “armada” menuju Iran, meski ia berharap kekuatan tersebut tidak perlu digunakan. Trump kembali memperingatkan Teheran agar tidak membunuh demonstran maupun melanjutkan program nuklirnya.
Menanggapi hal tersebut, pejabat Iran menegaskan negaranya akan membalas jika kedaulatan dan wilayahnya dilanggar. “Jika Amerika melanggar kedaulatan dan keutuhan wilayah Iran, kami akan merespons,” katanya, tanpa merinci bentuk balasan yang akan dilakukan.
Dalam beberapa tahun terakhir, militer AS kerap meningkatkan kehadiran pasukan di Timur Tengah saat ketegangan meningkat, yang umumnya disebut sebagai langkah defensif. Namun, peningkatan kekuatan militer serupa juga pernah terjadi sebelum AS melancarkan serangan udara terhadap program nuklir Iran pada Juni tahun lalu.
Selain itu, pengerahan militer besar juga pernah dilakukan di kawasan Karibia menjelang operasi militer AS terhadap Venezuela, yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro pada akhir tahun lalu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








